
PSDA Antisipasi Gejala El-Nino di Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi di pertengahan Agustus mendatang.
"Kami optimalkan anggaran rehabilitasi Balai Besar (BB) Jeneberang sekitar Rp18 miliar, yang kurang lebih Rp5 miliar diantaranya memang akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi air baku," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel, Soeprapto Budi Santoso di Makassar, Selasa.
Khusus menghadapi El Nino, lanjut dia pihaknya akan mengupayakan tampungan, umbung-umbung, dan SITU dapat dikembalikan pada volume semula, pada saat perkiraan El Nino melanda daerah ini.
"Kami juga akan menyiapkan 180 unit pompa, guna menjaga volume air," ujarnya.
Kurangnya sosialisasi tata penanaman yang telah di rekomendasikan pemerintah kepada petani dianggap salah satu indikator terjadinya El Nino.
Dia mengaku, masih banyak masyarakat yang melakukan penanaman di daerah-daerah irigasi, akibatnya sumber air baku yang dimanfaatkan untuk pertanian, pembangkit listrik, dan air minum sulit di optimalkan.
Sementara itu kerusakan irigasi di Sulawesi Selatan saat ini sudah mencapai 70 persen, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi agar kebutuhan air di daerah ini dapat terpenuhi.
"Kerusakan irigasi hampir merata di 24 kabupaten kota di provinsi ini," kata dia.
Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tahun ini akan memperbaiki jaringan irigasi yang rusak berat dan ringan dengan dana APBN, APBD Sulsel dan kabupaten/kota sebesar Rp 150 miliar lebih.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu?mang mengatakan, pemprov akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak El Nino.
"Kami berharap Sulsel tidak akan mengalami kekeringan mengingat curah hujan di beberapa kabupaten masih terbilang normal. Meskipun terjadi, saluran irigasi akan dimaksimalkan dengan pompanisasi," tandasnya.
(T.PK-HK/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
