Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar tindaklanjuti arahan pusat soal mitigasi bencana

Selasa, 2 Desember 2025 09:40 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat mengikuti Rakornas secara virtual yang digelar Mendagri Tito Karnavian di Makassar, Senin (1/12/2025). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Munafri Arifuddin siap menindaklanjuti semua arahan pemerintah pusat, baik terkait mitigasi bencana maupun pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Kami menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap mendukung penuh dan akan segera menindaklanjuti seluruh arahan pemerintah pusat," ujarnya usai mengikuti rakornas pusat dan daerah secara virtual yang dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian di Makassar, Senin.

Munafri Arifuddin mengatakan seluruh arahan yang diberikan akan segera ditindaklanjuti melalui konsolidasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda).

Ia juga memastikan seluruh dinas teknis di Kota Makassar bergerak cepat dan terkoordinasi, baik dalam aspek pencegahan maupun respons layanan publik.

Hal ini mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, pengamanan jalur transportasi, stabilisasi harga dan ketersediaan pangan, kesiapan fasilitas kesehatan, hingga penjagaan tempat ibadah dan ruang publik selama momen Nataru.

"Pemkot akan menjaga agar aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan lancar,” katanya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan rakornas menjadi bagian dari langkah nasional dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi serta kesiapan menghadapi momentum Nataru.

Tito menyoroti sejumlah bencana yang baru saja terjadi, setidaknya telah terjadi dua bencana besar dalam beberapa pekan terakhir. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah karena bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Selain itu Mendagri juga mengingatkan tingginya mobilitas masyarakat pada momen Nataru yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kelangkaan pangan, peningkatan wisata, serta risiko keselamatan dan keamanan di ruang publik.

“Ini semua memerlukan sinergi. Tidak bisa bekerja sendiri. Setelah rapat ini daerah diminta segera melakukan konsolidasi bersama Forkopimda terkait potensi bencana maupun pengamanan Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Lodewijk F. Paulus menyampaikan enam pendekatan strategis bagi daerah dalam menjaga stabilitas selama periode Nataru.

Mulai dari pendekatan preventif melalui deteksi dini, patroli terpadu, dan analisis intelijen, pengamanan humanis dan proporsional, kolaborasi lintas instansi, monitoring real-time berbasis data dan intelijen, responsif melalui posko terpadu 24 jam dan menciptakan komunikasi publik yang efektif.

Lodewijk F. Paulus juga mengingatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, curah hujan tinggi, tanah longsor, gelombang pasang, dan dampak siklon tropis.

Untuk itu ia menyampaikan lima langkah prioritas nasional bagi daerah, yakni meningkatkan soliditas Forkopimda, memperkuat koordinasi antar instansi, menjaga kelancaran transportasi, mengamankan tempat ibadah, pusat keramaian, pusat belanja, dan destinasi wisata, serta menjaga stabilitas sosial dan ketertiban umum.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026