Logo Header Antaranews Makassar

Diskominfo dan BAKTI Komdigi memperluas layanan telekomunikasi di Sulbar

Rabu, 4 Februari 2026 05:33 WIB
Image Print
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar Muhammad Ridwan Djafar (dua dari kanan), saat melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Kemenkomdigi Darien Aldiano. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Ridwan Djafar, melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI ) Kementerian Komunikasi dan Digital, membahas perluasan layanan telekomunikasi di Sulbar.

"Koordinasi ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Sulbar, memastikan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan pemerataan akses internet di seluruh wilayah, khususnya di daerah yang masih terbatas layanan konektivitasnya," kata Ridwan Djafar, di Mamuju, Selasa.

Pada pertemuan dengan Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Kemenkomdigi Darien Aldiano, juga dibahas terkait bantuan internet tahun 2026, yang hingga saat ini belum ditetapkan secara nasional karena masih berada dalam tahap analisis dan penyesuaian kebijakan.

Meski demikian lanjut Ridwan Djafar, BAKTI Kemenkomdigi tetap meminta pemerintah daerah untuk mengusulkan lokasi prioritas (spot) sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Selain itu, pembahasan juga mencakup rencana pembangunan BTS seluler tahun 2026.

Saat ini kata dia, BAKTI Kemenkomdigi masih melakukan kajian bersama para provider telekomunikasi.

"BAKTI Kemenkomdigi menilai Provinsi Sulbar memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan BTS seluler baru, sejalan dengan agenda nasional pemerataan jaringan telekomunikasi," jelas Ridwan Djafar.

Pada pertemuan itu, juga membahas terkait progres bantuan internet tahun 2025 untuk Provinsi Sulbar.

Bantuan yang menyasar 171 titik layanan di enam kabupaten di Sulbar tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil pertemuan antara Gubernur Sulbar Suhardi Duka dengan Direktur Utama BAKTI pada September 2025.

"Program ini ditargetkan akan tuntas Maret 2026," katanya..

Pada kesempatan yang sama, Ridwan Djafar juga melakukan koordinasi ke Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kemenkomdigi untuk mendapatkan perkembangan informasi terkait data "blank spot" tahun 2026.

Koordinasi tersebut bertujuan memperkuat basis data dan pemantauan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Sulbar, khususnya terkait kondisi cakupan jaringan seluler dan wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"PMT Kemenkomdigi menyampaikan bahwa permintaan Pemerintah Provinsi Sulbar terkait pembaruan data desa 'blank spot' seluler tahun 2026 saat ini sedang dalam proses penyiapan," kata Ridwan Djafar.

Data tersebut kata dia, ditargetkan akan dikirimkan kepada PIC Diskominfo Sulbar dalam waktu dua minggu ke depan.

Sebaran area 4G seluler, jumlah site dan BTS, serta bentangan kabel fiber optik (FO) tambahnya, dapat diakses secara "real time" melalui laman resmi pmt.kominfo.go.id.

"Akses data ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan infrastruktur digital," katanya.

Ridwan Djafar menyampaikan, pihaknya akan terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait, guna mempercepat perluasan akses internet dan layanan telekomunikasi yang merata hingga ke wilayah pedalaman.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026