
DPRD Makassar Pantau Kesiapan SMA UN "Online"

"Sejak pagi hingga sore, kita mengunjungi banyak SMA dan SMK untuk memantau kesiapan sekolah...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komisi D DPRD Makassar yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan sosial memantau kesiapan sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) menggelar ujian nasional dalam jaringan (online).
"Sejak pagi hingga sore, kita mengunjungi banyak SMA dan SMK untuk memantau kesiapan sekolah dalam melaksanakan UN online itu dan hasilnya, ternyata kita belum siap," ujar anggota Komisi D DPRD Makassar Hamzah Hamid, Senin.
Dia mengatakan, hampir semua sekolah yang dikunjunginya itu bermasalah pada sarana dan infrastruktur sekolah. Mulai dari komputer yang digunakan hingga pada jaringan internet serta kemampuan daya listriknya.
Dengan melihat langsung ke sekolah-sekolah, didapatkan kesimpulan jika semua sekolah di Makassar belum siap menggelar UN secara online karena hanya akan menambah masalah baru.
"Kita semua di Komisi D sudah bersikap dan mengambil keputusan jika ujian nasional secara online ini tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Perencanaan harus dibuat dengan matang sebelum semuanya dilaksanakan," katanya.
Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar itu menyebutkan, kunjungannya ke sekolah-sekolah itu untuk melihat langsung kesiapan, sekaligus menjawab kesiapan dari para kepala sekolah yang menyatakan siap mentaktisi semua kekurangan.
"Apa yang disampaikan oleh para kepala sekolah itu tidak bisa dijadikan acuan. Hampir semua kepala sekolah mengaku siap, tetapi faktanya para siswa tidak bisa melakukannya. Kita tidak bisa korbankan anak-anak hanya untuk mengejar `prestice." jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyatakan kesiapan seluruh sekolah menengah atas (SMA-SMK) menggelar ujian nasional dalam jaringan (online) sesuai rencana Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Jika ini memang untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, maka semuanya harus siap dan berdasarkan hasil pertemuan dengan seluruh sekolah tingkat SMA/SMK, semuanya siap," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar, Arismunandar.
Dia mengatakan, ujian nasional (UN) dengan sistem online ini akan mulai dipersiapkannya sejak dini dan sebelum digelar di semua sekolah, maka akan dilakukan simulasi dan pelatihan.
Berdasarkan adanya kesiapan dari hampir seluruh sekolah tingkat SMA-SMK di Makassar ini, Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah kemudian akan menunjuk sembilan sekolah unggulan untuk menggelar uji coba itu.
"Ada sembilan sekolah yang betul-betul siap dan sembilan sekolah ini adalah unggulan kita di Makassar. Ini juga sudah kami laporkan ke Kementerian dan secepatnya kementerian akan melakukan verifikasi," katanya.
Daftar yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Makassar seperti di tingkat SMA adalah SMA Katolik Rajawali, SMA Frater, SMA Athirah, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 11, SMAN 15 dan SMAN 17.
Di tingkat SMK mulai SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, dan SMKN 8. Sedangkan di tingkat SMP adalah SMPN 6 dan SMPN 12.
"Jika dinyatakan layak dari segi sarana penunjang, maka peserta UN yang ditunjuk tak perlu lagi membawa alat tulis dan papan alas saat ujian," sebutnya. FC Kuen
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
