Logo Header Antaranews Makassar

BBPOM nyatakan dua pasar tradisional di Makassar bebas zat berbahaya

Senin, 23 Februari 2026 11:51 WIB
Image Print
Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan bersama Kadis Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin saat melakukan pemantauan bahan pangan berupa takjil di Pasar Terong, Makassar, Senin (23/2/2026). ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Makassar Yosef Dwi Irwan menyatakan dua pasar tradisional di Makassar bebas dari zat berbahaya.

Hal itu dikemukakan Yosef sesuai melakukan pemantauan langsung bersama Kadis Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin di Pasar Terong, Makassar, Senin.

Dia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Makassar turun langsung untuk memastikan bahan pangan yang diperjualbelikan di pasar tradisional aman dikonsumsi masyarakat.

Dua pasar tradisional yang dipantau adalah Pasar Terong dan Pasar Toddopuli. Sementara pada sore hari menyusul dua pasar lainnya akan disisir yakni Pasar Pabaeng-baeng dan Pasar Maricayya.

Dalam kegiatan tersebut, BBPOM mengerahkan laboratorium keliling (mobile laboratory) untuk melakukan pengujian cepat terhadap berbagai sampel, mulai dari takjil, bahan pangan segar dan olahan, hingga produk kosmetik yang dijual di pasar.

“Hasil uji laboratorium mobile menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa negatif dari penggunaan zat berbahaya,” kata Yosef.

Ia menegaskan tidak ditemukan kandungan pewarna maupun pengawet berbahaya pada makanan, serta tidak ada zat berbahaya pada kosmetik yang diuji.

Sementara itu, Nursaidah mengatakan pengawasan terpadu ini merupakan bagian dari upaya rutin menjaga keamanan pangan dan perlindungan konsumen, terutama di pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas belanja masyarakat.

Dengan hasil tersebut, BBPOM dan Disdagperin Makassar menyimpulkan bahwa bahan pangan yang beredar di Pasar Terong dan Pasar Toddopuli dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

"Kami imbau masyarakat tetap cermat memilih produk serta melaporkan jika menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya di pasaran," ujar Yosef.

Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan bersama Kadis Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin saat mengambil sampel takjil pada pemantauan bahan pangan di Pasar Terong, Makassar, Senin (23/2/2026). ANTARA/Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026