
Polisi diminta tindak pelaku pemainan senjata mainan berpeluru jeli

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan meminta pihak kepolisian agar menindak pelaku tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis "mega" yang berpeluru plastik hingga jeli karena meresahkan warga.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Makassar, Senin, mengatakan, selama Ramadhan ini, banyak warga khususnya pemuda menggeluti permainan tembak-tembakan berpeluru jeli dan plastik.
"Ini tidak bisa dianggap sepele, tidak boleh dibiarkan, permainan tembak-tembak itu harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak. Penanganan dan pengawasannya, mulai dari kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga RT/RW bertindak," ujarnya.
Menurut Munafri, senjata "mega" umumnya merujuk pada seri mainan tembakan nerf mega yang populer, dirancang dengan peluru busa lebih besar untuk tembakan jarak jauh dan permainan aman bagi anak-anak.
Belakangan marak di Kota Makassar, fenomena ini umumnya melibatkan anak-anak di bawah umur hingga kalangan pelajar. Mereka kerap terlihat melakukan aksi saling serang menggunakan senapan mainan malam hari saat bulan suci Ramadhan usai salat tarawih.
Aksi mengganggu ketertiban Ramadan tersebut, berlangsung di jalan raya, bahkan dilakukan sambil berkendara sepeda motor. Oleh sebab itu, Munafri menegaskan penggunaan senjata mainan sudah mengarah pada tindakan berlebihan.
"Sebagian anak menggunakan senapan mainan itu sambil berkendara dan menembak dari atas motor, yang sangat berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan. Semua pihak harus mampu mengatasi dan mengawasi. Jangan dianggap main-main, karena mengganggu ketertiban umum, suasana Ramadan," katanya
Appi menilai, meskipun hanya bersifat permainan, aksi tembak-tembakan dengan peluru plastik maupun jeli tetap memiliki potensi mencederai orang lain serta mengganggu ketertiban umum.
Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu konflik maupun keresahan di tengah masyarakat.
"Jadi, bukan cuma sekadar mainan. Kalau mencelakakan orang lain dan mengganggu ketertiban umum, tentu harus ada langkah tegas pihak keamanan," terangnya.
Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk tanpa gangguan aksi yang berpotensi membahayakan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
