Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Gowa dorong pengembangan hortikultura berbasis lahan kering lewat program HDDAP Kementan

Jumat, 24 April 2026 08:49 WIB
Image Print
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat rapat koordinasi terkait pengembangan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Gowa, Kamis (23/4/2026). ANTARA/HO-Pemkab Gowa

Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan, terus berupaya mendorong pengembangan hortikultura berbasis lahan kering di wilayah itu melalui sinkronisasi dengan Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) Kementerian Pertanian.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang di Gowa, Kamis, mengungkapkan Kabupaten Gowa memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

"Berdasarkan data, total potensi lahan hortikultura di Gowa mencapai 54.025 hektare, dengan potensi sayuran seluas 14.000 hektare," ujarnya.

Sitti Husniah Talenrang menyebut potensi lahan untuk pengembangan kentang seluas 3.000 hektare dan 2.000 hektare untuk cabai, serta 1.500 hektare untuk bawang merah.

"Jika potensi ini dikelola dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang tepat melalui HDDAP, Gowa tidak hanya akan menyangga kebutuhan daerah, tetapi mampu menjadi pemasok utama secara nasional,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan pentingnya sinkronisasi program yang tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga menyentuh aspek hilirisasi.

Bupati juga mendorong tiga fokus utama dalam sinkronisasi program, yakni penguatan sektor hulu melalui penyediaan benih berkualitas dan teknologi budidaya, pengembangan sektor hilir melalui pembangunan agroindustri, serta dukungan infrastruktur seperti akses jalan tani guna menekan biaya logistik.

“Saya mengajak Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi/UMKM untuk mulai membangun konsep agroindustri. Kita ingin Gowa tidak hanya mengirim produk mentah, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi,” ucapnya.

Menurut Bupati Gowa, HDDAP harus menjadi solusi nyata dalam mengatasi fluktuasi harga yang kerap merugikan petani, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan program prioritas daerah Gowa Masunggu atau Gowa Sejahtera.

“Itulah mengapa Program HDDAP ini menjadi sangat penting. Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian RI karena telah menempatkan Gowa sebagai lokasi strategis pengembangan kentang, cabai, dan bawang merah. Ini adalah pengakuan atas potensi besar wilayah kami,” ucapnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026