
Layanan RSUD Syekh Yusuf Gowa tetap dibuka setelah kebakaran

Gowa (ANTARA) - Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menginstruksikan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf tetap mengaktifkan layanan pasien setelah kebakaran menghanguskan sebagian ruangan di rumah sakit tersebut pada Jumat (29/5).
"Saya baru tiba dari Kendari langsung ke rumah sakit, meninjau langsung kondisinya setelah terbakar Jumat (29/5) kemarin. Berdasarkan laporan dari Pak Direktur, pelayanan tetap jalan seperti biasa, kita hanya perlu menyampaikan kepada masyarakat," katanya di Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Ia menegaskan manajemen rumah sakit tetap melayani pasien umum maupun gawat darurat seperti biasa.
Untuk ruangan yang terbakar bagian radiologi maka segera dilakukan perbaikan, mengingat sarana dan prasarana ruangan itu dibutuhkan rumah sakit.
"Karena yang terbakar ini ada bagian ruang radiologi yang sarana dan prasarana rumah sakit tentunya sangat dibutuhkan. Setelah kejadian ini maka segera rumah sakit kita ini dibenahi pastinya," kata dia.
Baca juga: Kebakaran RSUD Syekh Yusuf dipastikan tidak ada korban jiwa, pelayanan kembali normal
Ia menekankan rumah sakit tidak boleh tutup dan tetap melayani masyarakat.
Selain itu, Pemkab Gowa memastikan pelayanan rumah sakit kembali normal serta mengutamakan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Apalagi kita sudah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Saya menegaskan tadi kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik dari sebelumnya. Kondisi memang seperti ini, tetapi tidak menutup kemungkinan kita bisa mengubahnya melalui manajemen terbaru," katanya.
Ia juga memerintahkan direksi RSUD Syekh Yusuf menghitung kerugian pasca-kebakaran ruangan tersebut yang mana dapat ditindaklanjuti dengan perbaikan mengingat tugas utama berupa kewajiban melayani pasien.
"Kita akan perhitungkan. Saya sampaikan kepada Pak Direktur, dihitung berapa kerugian yang dialami dan diprioritaskan yang mana segera ditindaklanjuti," katanya.
Terkait dengan kondisi ruangan, pihaknya belum mengetahui berapa besar kerugian yang ditimbulkan, meski dalam ruangan terbakar ada mesin radiologi.
"Yang jelas tidak mengganggu proses pelayanan. Kalau relokasi para pasien di gedung yang baru, sementara ini tidak ada, masih tetap. Karena (ruangan) radiologi ini bangunan lama yang terbakar, (ruangan) radiologi yang lain masih tetap aktif seperti biasa," katanya.
Baca juga: RSUD Syekh Yusuf Gowa terbakar
Mengenai dengan dampak terbakarnya ruangan radiologi tersebut, Husniah menegaskan, tidak ada penyebaran radiasi atau zat kimia.
Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dr Gaffar menyatakan sejauh ini pelayanan masih berjalan seperti biasa dengan mengaktifkan fasilitas cadangan.
Ia membenarkan ruangan radiologi yang terbakar di dalamnya ada radio X Ray, alat panoramic serta perlengkapan mebel hangus terbakar. Pelayanan kini dinormalisasi tanggap 1x24 jam.
"Taksiran angka kerugian yang terbakar belum bisa kita pastikan. Sementara aset kita hitung, karena kami takut memublikasikan kalau nilai tidak akurat. Kemungkinannya itu miliaran rupiah. Begitu juga bangunan, sebab kondisi bangunan terbakar itu dibangun sejak tahun 1998," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
