
Cegah perkawinan anak di Gowa

Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terus menggelar sosialisasi sekaligus menunjukkan komitmen dalam menekan angka stunting dan mencegah perkawinan anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Halal Bihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju dilaksanakan melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI di Gowa, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting bukan sekadar angka atau laporan, tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” ujarnya.
Ia menjelaskan perkawinan anak tidak hanya merampas masa depan anak, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting.
Menurut dia, kondisi ini menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.
“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang,” katanya.
Dirinya menyebut saat ini masih ditemui pernikahan di bawah umur di lapangan, bahkan hingga menyebabkan kehamilan.
Oleh karena itu, dia meminta peran aktif KUA untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh KUA untuk ke wilayah terpencil melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan di bawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting.
Husniah mengaku stunting berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan, di mana anak yang mengalami stunting berisiko lemah dalam kemampuan belajar, rendah produktivitas, dan kalah bersaing.
“Perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu majelis taklim tidak hanya hadir, tetapi menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” katanya.
Ketua panitia kegiatan itu yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu Fatmawati menyampaikan pentingnya perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam upaya menekan angka stunting.
“Peran organisasi perempuan dan majelis taklim sangat penting dalam melakukan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting untuk mewujudkan Gowa maju. Hari ini kita lakukan itu sekaligus berhalalbihalal setelah Lebaran,” katanya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
