
Pemkot Makassar bersihkan sampah Pantai Losari respons aduan warga

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak membersihkan sampah Pantai Losari merespons laporan di media sosial terkait tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Losari, Selasa.
Aksi pembersihan langsung dilakukan oleh petugas kebersihan dan satuan tugas (Satgas) Kecamatan Ujung Pandang untuk mengangkut sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata ikonik tersebut.
"Kami dari Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Ujung Pandang, sudah semaksimal mungkin untuk menjaga, membersihkan wilayah-wilayah, terutama di Anjungan Pantai Losari," ujar Camat Ujung Pandang Nanin Sudiar merespons sampah di pesisir Anjungan Losari di Makassar, Selasa.
Sebelumnya, warganet melaporkan kondisi memprihatinkan di Pantai Losari dengan banyaknya sampah yang terbawa arus laut hingga menumpuk di sepanjang pesisir.
Bahkan, sebuah kasur yang dibuang ke laut dan terdampar di kawasan Pantai Losari mengganggu estetika kota. Hal itu, ditindak lanjut dan pihak kecamatan mengejutkan tim petugas kebersihan menangani secara cepat.
"Petugas kebersihan tim Kecamatan Ujung Pandang terjun ke lokasi. Di kawasan Pantai Losari, tim kami juga mengoperasikan dua unit perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah-sampah yang dibuang ke laut," jelas Nanin.
Menurutnya, berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang-barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.
Nanin menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.
Sampah kiriman ini bukan hanya berasal dari pulau, tetapi juga dari kawasan permukiman yang berada di pesisir maupun di sepanjang kanal.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut," lanjutnya.
Nanin menegaskan, kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya mencemari lingkungan dan merusak habitat laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, dan anggaran yang besar untuk proses pembersihannya.
Guna mendukung kebersihan kawasan wisata tersebut, Kecamatan Ujung Pandang mengerahkan ratusan personel kebersihan yang tersebar di sejumlah wilayah kerja.
Jumlah personel satgas di Kecamatan Ujung Pandang lebih dari 300 orang yang terdiri dari penyapu jalan, petugas armada, operator truk, dan petugas kebersihan lainnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
