Logo Header Antaranews Makassar

Pengamat : Partai baru diuntungkan kisruh golkar

Rabu, 18 Maret 2015 23:43 WIB
Image Print
"Perpecahan di tubuh Partai Golkar yang seakan tidak kunjung selesai berpotensi menguntungkan partai baru...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Dr Firdaus Muhammad menyatakan, kisruh kepemimpinan yang terjadi di Partai Golkar saat ini bisa menguntungkan bagi partai baru.

"Perpecahan di tubuh Partai Golkar yang seakan tidak kunjung selesai berpotensi menguntungkan partai baru. Apalagi kalau ketokohan yang dihadirkan oleh partai baru itu cukup menjual," ujarnya di Makassar, Rabu.

Firdaus mencontohkan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang merupakan bentukan mantan Wakil Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hary Tanoesoedibyo itu menjadi salah satu parpol yang akan diuntungkan.

Menurut dia, Perindo ke depan patut diberikan tempat yang sejajar dengan partai politik seperti Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan lainnya. Bukan cuma itu, Perindo hadir dengan basis yang memang cukup kuat.

Belum lagi Perindo memang memiliki wadah untuk mensosialisasikan diri melalui media cetak maupun elektronik yang dimiliki Hary Tanoesoedibyo dengan latar belakang pengusaha di bidang media massa.

"Artinya begini, kalau partai baru itu mampu menjual tokoh yang kuat, maka besar kemungkinan akan diuntungkan dengan adanya kisruh di Golkar. Partai baru ini bisa saja menawarkan posisi yang elit bagi kader pohon beringin nantinya," ujarnya.

Sebaliknya, lanjutnya, partai baru tersebut bisa saja hanya menjadi penghias di pemilu jika tidak mampu mengelola basisnya dengan baik karena kemungkinan itu tetap ada.

"Partai baru juga posisinya akan berat kalau tidak menjual," ujarnya.

Menurut Firdaus yang perlu menjadi kekhawatiran Partai Golkar adalah jika Aburizal Bakrie (ARB) membentuk partai baru sekarang ini seperti para pendahulunya yang sekarang telah membentuk partai-partai baru.

"Kalau Aburizal mampu mempertahankan basisnya seperti sekarang ini dan membentuk partai baru, maka sudah pasti akan menjadi ancaman besar untuk Partai Golkar," ucapnya.

Dia menuturkan, partai bentukan Aburizal nantinya akan memiliki kekuatan yang seimbang dengan partai-partai besar jika kader Golkar di daerah tetap loyal kepadanya.

"Tetapi yang perlu diketahui saat ini, sudah banyak juga loyalis Aburizal kini merapat ke Agung Laksono. Ini juga yang harus jadi perhatian dari ARB," katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, HM Roem juga mengutarakan kekhawatirannya atas perpecahan di tubuh Partai Golkar. Bahkan, dia menyatakan Golkar sudah sulit lagi solid meski nantinya ada ketua umum yang disahkan atau memegang legalitas.

"Malahan kemungkinannya muncul partai baru. Atau bisa saja ada kader yang menyeberang ke partai baru. Apalagi sekarang muncul lagi Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia)," sebut HM Roem. FC Kuen



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026