
Petani Diminta Tidak Resah Hadapi El Nino

Kendari (ANTARA Sulsel) - Kalangan petani di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak perlu khawatir menghadapi dampak El Nino seperti musim panas berkepanjangan karena sudah disiapkan beberapa strategi untuk mengatasinya.
Kadis Pertanian Sultra, Ir Mansur MTP di Kendari, Selasa, mengatakan, strategi menghadapi El Nino adalah memaksimalkan infrastruktur pengairan, mengubah waktu tanam dan menggunakan varietas bibit tahan kekeringan.
El Nino merupakan gejala penyimpangan cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor.
"Kita hanya mempersiapkan diri karena El Nino yang diperkirakan terjadi antara bulan September 2009 sampai Januari 2010 masih prakiraan. Namanya prakiraan belum tentu terjadi," kata Kadis Mansur.
Perbaikan sarana irigasi yang rusak mutlak dilakukan karena mempengaruhi pendistribusian air dari bendungan sampai ke petak-petak sawah.
Ia mencontohkan, bendungan irigasi Wawotobi yang diprediksi mampu mengairi persawahan seluas 12.000 hektar namun karena kebocoran saluran tidak dapat dicapai.
Sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi padi yang terancam jika El Nino terjadi yakni Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Bombana, Kolaka dan Kolaka Utara (Kolut).
Data Distan Sultra bahwa luas lahan pertanaman mencapai 97.000 hektare namun yang terjangkau irigasi organik hanya 55.000 hektare.
Penyuluh pertanian, Elis mengatakan, kendala serius bagi petani padi sawah di Sultra untuk memaksimalkan hasil produksi adalah pengairan.
Selain masalah air, petani sawah di daerah ini mengalami keterbatasan modal kerja untuk belanja bibit, pupuk dan pengolahan sawah.
"Program kredit usaha rakyat (KUR) yang diselenggarakan pemerintah perlu ditingkatkan di masa datang karena membantu petani," kata Elis.
(T.S032/A041)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
