
Ramadhan, Tarif Hotel Turun 25 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bulan Ramadhan mendatang tarif hotel di Makassar dipastikan turun hingga 25 persen, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga di Makassar, Selasa.
Penurunan tarif tersebut adalah suatu cara yang dilakukan oleh hotel berbintang untuk mengatasi anjloknya tingkat hunian hotel yang terjadi di bulan suci Ramadhan.
"Sudah menjadi siklus tahunan tingkat huni hotel akan anjlok hingga 35 persen selama Ramadhan," jelas dia.
Selain menawarkan tarif murah para operator hotel juga akan menawarkan paket berbuka puasa bersama. Kedua cara ini dilakukan hotel untuk meperkecil defisit anggaran operasional hotel, tambah dia.
"Termasuk mengatur pengoperasian lantai demi lantai dan kamar demi kamar, untuk menghemat listrik dan tenaga kerja," ujar dia.
Hal lain yang dilakukan adalah menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia hotel, tambahnya.
Selain itu juga melakukan "general cleaning annual renovation" atau renovasi tahunan untuk mempercantik kembali tampilan hotel, katanya.
Turunnya tingkat okupasi hotel pada bulan Ramadhan bukan saja terjadi di Makassar tetapi juga terjadi di kota-kota lainnya.
"Fullbooked' Hotel itu diperkirakan hanya akan terjadi pada saat menjelang puasa saja. Karena memasuki bulan puasa biasanya okupasi hotel akan kembali turun," kata Ketua Surabaya Tourisme Promotion Board (STPB), Yusak Anshori.
Hunian hotel diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 50-60 persen di bulan puasa dari kondisi normal sebesar 80 persen, ujarnya.
Kondisi okupansi Hotel tersebut, bertolak belakang dengan bidang "food and baverage". Pihaknya melihat justru food and baverage (F&B) akan mengalami peningkatan karena banyak yang akan mengadakan acara buka puasa bersama.
(T.PSO-100/D009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
