Logo Header Antaranews Makassar

Pengelolaan Program KB Perlu Lebih Ditingkatkan

Selasa, 4 Agustus 2009 15:21 WIB
Image Print

Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi selatan, menggelar kegiatan Orientasi keluarga bagi Pasangan Usia Subur (PUS) di Parepare, Selasa.

Dalam sambutannya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Parepare, Drs H. Amran Ambar, M.Pd, mengatakan, Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pembentukan generasi yang tangguh, karena itu, upaya mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera senantiasa mendapat perhatian besar dari pemerintah.

Dia mengatakan, keberhasilan program KB sangat menentukan suksesnya pembangunan sebuah wilayah, sehingga upaya pengelolaan program KB harus lebih ditingkatkan, termasuk upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) operasional Program KB itu sendiri.

Karena itu, lanjutnya, nilai-nilai cerdas, ulet dan kemitraan yang selama ini selalu mewarnai gerak pembangunan KB, harus kembali digelorakan dan dijadikan nilai dasar untuk mengembangkan program KB di masa mendatang.

Begitu juga dengan ketersediaan program dan kegiatan yang visible yang memungkinkan pembangunan bidang KB di daerah ini mencapai hasil yang optimal.

Sehubungan dengan hal ini, dia menyatakan sangat merespon dan mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan Orientasi Keluarga bagi pasangan usia subur tersebut.

"Saya berharap, momentum ini akan semakin meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya program KB, selanjutnya dapat meningkatkan angka kepesertaan warga dalam program KB di Kota Parepare, khususnya dari kalangan yang masuk kategori Pasangan Usia Subur," katanya.

Untuk mewujudkan harapan ini, kata dia, harus didukung oleh ketersediaan alat kontrasepsi yang memadai, terutama bagi peserta KB aktif dari PUS miskin dan rentan.

"Ini harus menjadi prioritas utama kita semua dan saya harap dapat diwujudkan secara bertahap, termasuk pemenuhan alat kontrasepsi secara gratis di seluruh rumah sakit dan Puskesmas serta ketersediaan fasilitas kesehatan dasar dan perawatan bagi para akseptor KB yang ada," ujarnya.

(T.PSO-098/S016)