Logo Header Antaranews Makassar

400 petani Bantaeng ikut rembug KTNA

Minggu, 26 April 2015 18:43 WIB
Image Print
"Sangat diharapkan peran para pihak dan segenap jajaran terkait di sektor pertanian...

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 400 orang petani dari delapan kecamatan se-Kabupaten Bantaeng mengikuti pertemuan atau tudang sipulung Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) tingkat Kabupaten Bantaeng, Minggu.

Tudang sipulung berupa rembug madya dan Musyawarah Tani Accidong Sipatangarri KTNA tahun 2015 dibuka Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Lamalaka, Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng.

Rembug KTNA tersebut dihadiri Ketua KTNA Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Gaffar, Staf Teknis Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan, Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Makassar Abdul Mutholib SP,M.Si.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantaeng Ritha Pasha dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Ketua Panitia Rembug dan Musyawarah Tani KTNA Muh Asri melaporkan, maksud kegiatan untuk menyatukan pendapat kepada semua petani, khususnya dalam hal menciptakan pola tanam serempak pada setiap lokasi.

Selain itu, dibahas pula jadwal tanam yang akan diputuskan melalui metode musyawarah kali ini sebagai rekomendasi utama sesuai acuan yang ditetapkan KTNA.

Melalui rembug tani ini, diharapkan setiap petani dan kelompok tani di Kabupaten Bantaeng sudah mengetahui dan memiliki jadwal serta pola tanam yang baik di lahan sawah maupun di lahan tegalan, jelasnya.

Ketua KTNA Sulsel Abd Gaffar mengatakan, hasil rembug dimulai dari desa kemudian disampaikan ke tingkat Kecamatan dan selanjutnya menjadi bahan musyawarah di tingkat Kabupaten.

"Sangat diharapkan peran para pihak dan segenap jajaran terkait di sektor pertanian untuk mewujudkan kemadirian di tingkat kecamatan. Hal ini dapat diwujudkan dengan mensinergikan lembaga-lembaga usaha seperti BUMDes dan KUD, sehingga terwujud kawasan mandiri," tuturnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ketika membuka acara itu menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk.

"Saya berharap agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di Kabupaten Bantaeng. Percuma kita menentukan panjang lebar tentang pola tanam, menentukan jenis varietas kalau pupuk tidak dilindungi," katanya.

Menurutnya, tanaman sama dengan manusia, ketika waktunya membutuhkan, maka perlu disuplai pupuk. "Pemerintah membackup di belakang terkait semua kebutuhan petani," tambahnya.

Menurut Bupati Bantaeng, dunia luar secara nasional, dimana-mana mengangkat kehebatan pertanian Kabupaten Bantaeng, namun jangan berpuas diri dengan apa yang telah dicapai.

"Kita harus terus bekerja dan bekerja. Harga di tingkat petani pun harus kita perbaiki yang dimulai dari tingkat pusat. Hal ini telah saya sampaikan kepada Kementerian," jelasnya.

Dia kemudian memberi contoh di Jepang pemerintahnya sangat mendukung perbaikan harga.

"Pemerintah disana membeli gabah dengan harga yang mahal. Bukan dengan mengimpor barang dari Vietnam," tandasnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026