
September Mitan di Makassar Sudah Tidak Ada

Makassar (ANTARA Sulsel) - General Manajer (GM) BBM Retail Pertamina Region VII Makassar, Ferdy Novianto, menyatakan pada September 2009 minyak tanah (Mitan) bersubsidi di kota Makassar sudah tidak ada.
"Bulan September depan minyak tanah bersubsidi sudah tidak ada lagi di Makassar, kami akan tarik semua. Yang ada hanya minyak tanah untuk industri, yang non subsidi, " ujar Ferdy Novianto, di kantor Bahan Bakar Minyak (BBM) Retail Region VII Pertamina Makassar. Kamis.
Menurutnya, pengurangan Mitan ini sudah dilaksanakan sejak Januari lalu, dan 1 Juli sudah dikurangi sebanyak 30 persen, kemudian Agustus lalu sebanyak 70 persen dan usai Ramadan atau September sudah tidak ada. "Jadi Minyak Tanah yang beredar bukan lagi yang bersubsidi, " sambungnya
Sebelum keluarnya kebijakan pemerintah ini, Pertamina Makassar telah menyalurkan sebanyak 215 ribu liter per hari ke warga 13 ribu warga miskin Makassar yang menggunakan Mitan, berlahan-lahan Mitan bersubsidi ini dikurangi menjadi 52 ribu liter per hari hingga akhirnya nol.
Penarikan Mitan bersubsidi ini bagi warga miskin sebagai langkah program Pemerintah untuk menghentikan penggunaan Mitan dan beralih ke penggunaan gas elpiji yang lebih ekonomis dan praktis. Serta untuk mencegah banyaknya pihak-pihak yang masih menekan harga untuk mencari untung.
Program ini sudah dilakukan di Pulau Jawa, ujar Ferdy, kami sudah tahu akan seperti ini. Warga akan mengeluhkannya
Sasaran pengalihan gas elpiji adalah para pengguna Mitan dan warga kurang mampu. Setelah tabung gas gratis sudah dibagikan kepada mereka maka semua Mitan bersubsidi akan ditarik dan digantikan dengan minyak tanah nonsubsidi yang harga per liternya sebesar Rp7.200.
Mitan nonsubsidi ini sudah dikemas dalam jerigen lima liter dan warnanya berbeda dengan Mitan yang selama ini beredar. Minyak tanah ini berwarna ungu.
Ferdy menegaskan bahwa penarikan minyak tanah nonsubsidi ini dari pasaran untuk memenuhi ketetntuan pemerintah dan konsekuensinya Mitan pasti mahal.
"Minyak tanah tetap ada, tapi minyak nonsubsidi yang harganya Rp7.200 per liter, " jelasnya.
(T.PSO-101/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
