
Pengecer Minyak Tanah Bersubsidi Permainkan Harga

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Rencana penarikan penuh minyak tanah bersubsidi dari pasaran oleh pemerintah membuat sejumlah pengecer mulai memainkan harga.
Permainan harga itu berdampak besar bagi masyarakat yang ingin mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan dapur para ibu rumah tangga, Jumat.
Muhammad Ali Mansyur, pemilik pangkalan di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mengaku, harga minyak tanaH ditingkat pangkalan masih tetap sama dari sebelumnya dengan menggunakan harga eceran tertinggi (HET).
"Selama minyak tanah masih disubsidi kami tetap menggunakan HET. Meskipun pemerintah berencana melakukan penarikan subsidi minyak tanah kami pihak pangkalan hanya menunggu saja dan tidak akan mengubahnya sampai penarikan itu dilakukan," ujarnya.
Menurutnya, pengurangan pasokan mitan ke sejumlah pangkalan di Takalar, belum begitu dirasakan masyarakat. Namun hal tersebut lanjut dia, hanya mampu dipertahankan hingga beberapa hari kedepan,
"Ini hanya persoalan biasa. Setiap menjelang hari raya otomatis harga mitan akan naik. Begitu pun dengan harga-harga yang lain," katanya.
Rabania salah seorang ibu rumah tangga mengaku, rencana penarikan subsidi minyak tanah berdampak pada pengurangan jatah hingga permainan harga oleh pengecer.
Meskipun subsidi hanya ditarik secara bertahap, kata ibu empat orang anak itu, tapi dampaknya sudah sangat berpengaruh, apalagi tingkat pengecer yang masih mendapatkan minyak tanah bersubsidi sudah menjual dengann harga tinggi.
Sementara itu, Daeng Nompo salah seorang pengecer mengaku, kelangkaan mitan karena pengecer memainkan harga hingga dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) Rp3000 per liter.
"Kami menaikkan harga mitan hingga Rp6000 per liter, disebabkan pasokan dari pangkalan yang mulai berkurang," ungkapnya.
(T.PK-MH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
