Logo Header Antaranews Makassar

Panti Asuhan Mutmainnah Keracunan Makanan Sumbangan Dermawan

Sabtu, 8 Agustus 2009 00:31 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 13 anak di Panti Asuhan Mutmainnah, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar dilarikan ke Rumah Sakit Jumpandang Baru, Makassar, akibat keracunan makanan sumbangan dermawan pada Jumat (7/8) malam.

Puluhan anak yang rata-rata murid Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Makassar dan tiga anak berusia tiga tahun ini dirawat secara intensif di RS setelah menyantap nasi bungkus yang disumbangkan oleh Bagus Dwipriyanto sebanyak 45 bungkus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Panti Asuhan yang berada di Jalan Darul Ma'arif No. 17 Makassar ini menerima nasi bungkus tersebut sekitar pukul 11.00 Wita dari orang suruhan Bagus. Ke-13 orang anak panti pun menyantapnya terlebih dahulu, sekitar pukul 14.00 Wita sebelum semua penghuni panti asuhan menghabiskan 45 bungkus makanan ini.

Pengurus Panti, Indah (23), menjelaskan, jika makanan yang dikemas dengan dus dan dialasi dengan daun pisang ini terdiri dari nasi, daging ayam, sayur, tempe goreng, telur rebus dan sawer-sawer dirasakan reaksinya sejak pukul 15.00 Wita dan semua anak yang menyantapnya tidak ada yang lolos dari gejala keracunan ini.

Reaksi dari makanan membuat kepala pusing, mual, perut mules dan muntah-muntah hingga pihak panti panik dan segera melarikannya ke RS Jumpandang Baru yang tidak jauh dari lokasi panti tersebut.

Niat baik dari Bugus ini malah menimbulkan 13 orang penghuni Panti harus diinfus, sehingga pihak kepolisian sektor kota (Polsekta) Tallo memanggil Bagus dan istrinya, Rosmina Rapi untuk dimintai keterangan perihal makanan tersebut.

"Makanan tersebut merupakan hasil buatan istrinya sendiri, Rosmiati," jelas Kapolsekta Tallo, AKP Gany Alamsyah Hatta.

Kini sisa makanan tersebut sudah diamankan oleh pihak polisi untuk diserahkan ke tim Labolatorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Makassar dan Dinas Kesehatan Makassar untuk diperiksa.

"Kami belum bisa memberlakukan pasal tindak pidana kepada Pak Agus dan Istrinya. Sementara ini kami akan menyerahkan barang bukti yang menyebabkan orang sakit kepada Labfor dan Dinas kesehatan untuk diperiksa dan kami tetap melakukan penyelidikan," ujar Gany.

Kendati pihak kepolisian telah menanganinya, pihak Panti menduga jika penyebab keracunan ini berasal dari daging ayam dan tempe goreng itu.

"Mungkin keracunan ini disebabkan karena tempe goreng atau daging ayamnya," ungkap Indah.

Hingga pukul 23.00 Wita dini hari, pihak RS Jumpandang Baru terus mengawasi dan memberikan layanan secara intensif kepada 13 korban keracunan ini dan pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar menyiapkan satu unit mobil Ambulance di Panti Asuhan guna mengantisipasi adanya korban susulan.

(T.PSO-101/B012)