Logo Header Antaranews Makassar

PWNU: Perlu sikapi prostitusi "online" dengan sosialisasi

Selasa, 2 Juni 2015 18:37 WIB
Image Print
"Karena itu, kami menginisiasi menggelar dialog publik tentang fenomena prostitusi `online`," kata Nurul di Makassar, Minggu.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Sulsel Dr Hj Nurul Fuadi mengatakan, fenomena prostitusi "online" harus disikapi dengan menggiatkan sosialisasi tentang dampak negatif pergaulan bebas tersebut.

"Karena itu, kami menginisiasi menggelar dialog publik tentang fenomena prostitusi `online`," kata Nurul di Makassar, Minggu.

Menurut dia, kegiatan ini digelar dalam menyikapi maraknya prostitusi "online" untuk memberikan pencerahan memahamai dampak negatif Iinformasi dan Teknologi (IT) itu, juga untuk dapat mengarahkan putri-putrinya tidak masuk dalam area maksiat berbasis IT tersebut.

Dia mengatakan, saat ini IT merupakan hal yang semua elemen masyarajat termasuk anak muda malah usia dini mampu mengaksesinformasi melalui IT.

Karena itu, lanjut dia, sebagai pencegahan dini muslimat NU sebagai organisasi sosial kemasyarakatan nemiliki tanggung jawab untuk pencegqhan dini kepada kaum perempuan khususnya usia produktif untuk tidak melakukan zina sebagai sesutau yang diharamkan dalam agama dengan metode sangat canggih.

"Prostitusi `online` dapat ditinjau dari perspektif agama, kesehatan dan sosial dari kehidupan keseharian kita," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut maka dihadirkan sejumlah narasumber yakni dr Hj Nurrahmah Tanetting ( Ketua Bidang Kesehatan / direktur RSB Pertiwi dan ahli kandungan) yang membahas dari aspek kesehatan.

Sementara tinjauan aspek kesehatan lainnya Dr Hj Amrah Kasim MA (dewan pakar Muslimat NU / muballigah / akademisi) dan Dr H A Kadir Ahmad MS (sosiolog, pengurus NU Sulsel / peneliti) membahas aspek sosial

diikuti.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri dari pengurus NU, akademisi, pemerhati perempuan dan mahasiswa.

Sementara itu Sekretaris NU Sulsel Prof Dr H Arfin Hamid, MH dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pimpinan wilayah Muslimat NU yang mengusung topik yang aktual dan menjadi keprihatinan bersama, khususnya umat Islam.

Kegiatan diskusi bulanan merupakan agenda yang dilaksanakan Banom NU sebagai ajang silaturrahmi dan sekaligus memotivasi setiap Banom untuk melaksanakan kajian sesuai dengan bidang masing-masing untuk mencerahkan masyarakat khususnya dalam lingkup jamiyah NU sulsel.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026