Logo Header Antaranews Makassar

Bencana longsor di Enrekang

Rabu, 10 Juni 2015 17:51 WIB
Image Print
Jalan poros yang amblas (Foto : BPBD Enrekang)

Enrekang, (Antara Sulsel) - Hujan deras yang terjadi sepanjang Senin (8/6), mengakibatkan longsoran dan pergerakan tanah yang terjadi di wilayah kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang.

Dua desa yakni DesaKarrang dan Desa Pundilemo mengalami dampak dari bencana tersebut.

Di DesaKarrang, ada enam rumah milik warga yang tertimpa tanah longsor, sedangkan di Desa Pundilemo terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan kerusakan pipa saluranair bersih milik PDAM.

Di Desa Karrang terjadi dua kejadian bencana, yaitu longsor dan jalan poros yang menghubungkan kota Enrekang dan Kabupaten Sidrap amblas. Bencana tanah longsor terjadisekitar pukul 08.00 Wita.

Lahan kebun yang ada di belakang rumah milik Rusdindan Manisa longsor.

Akibatnya, rumah milik Rusdin dibagian belakang amblas. Bangunan dapurnya terpisah dengan bagian rumah lainnya. Sementara, rumah milik Manisaterangkat dan dampak lebih parah bisa saja rumah tersebut ambruk.

Lahan kebunyang longsor itu sepanjang 35 meter, dengan ketinggian sekitar 8 meter dan lebar 5 meter. Sementara, pada pukul 09.00 Wita, terjadi patahan pada badan jalan poros yang menghubungkan kota Enrekang dengan Kabupaten Sidrap.

Hampir seluruh badan jalan tersebut amblas sedalam setengah meter lebih, dengan panjang 23 meter dan lebar tiga meter.

Selain jalur transportasi terputus, dampaknya juga menimpa empat rumah warga. Badan jalanmengalami pergeseran sepanjang 27 meter serta elevasi penurunan setengah meter lebih.

Empat rumah yang berada di sisi jalanan itu, memang berada di bawah dari jalan poros tersebut. Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Kabupaten Enrekang, Usman saat meninjau lokasi mengatakan, tiga dari empatrumah itu terpaksa dipindahkan untuk menghindari dampak yang lebih besar.

"Kondisi lokasi sangat tidak layak lagi ditempati sehingga tiga rumah harus dipindahkan," kata Usman. Sementara itu, di Dusun Osso, Desa Pundilemo terjadi bencana pergerakan tanah sekitar pukul 18.20 Wita.

Dua pipa saluran air bersih milik PDAM patah. Akibatnya, pasokan air bersih terputus, yang berdampak tidak adanya pasokan air bersih ke wilayah perkotaan Enrekang, khususnya yang ada di Kelurahan Leoran Kecamatan Enrekang.

"Hingga Rabu (10/6), airnya masih mati. Kami yang ada di kompleks Pinang Permai sangat kesulitan karena tidak ada air untuk digunakan sehari-hari," kata salah satuwarga, Irma.

Hingga hari Rabu (10/6), pihak PDAM Enrekang masih melakukan perbaikan. Sementara, jalan poros yang amblas diDesa Karrang, hingga Selasa (9/6) sore belum ada perbaikan dari intansiterkait.

Baru kantor BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Enrekang turun ke lokasiuntuk mendata kerusakan dan memberikan bantuan berupa logistik kepada wargayang tertimpa musibah tersebut.






Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026