
Potensi pembangunan PLTB mengemuka pada PSBM XV

"Jika kecepatan anginnya secara konsisten seperti ini sepanjang tahun...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengemuka pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XV yang diselenggarakan di kabupaten tersebut.
"Jika kecepatan anginnya secara konsisten seperti ini sepanjang tahun, maka pembangunan pembangkit listrik tenaga angin tidak akan menjadi masalah," kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat membuka PSBM XV di Kabupaten Takalar, Senin.
Pada saat pelaksanaan PSBM tersebut, Sofyan dapat merasakan secara langsung kecepatan angin di wilayah ini yang kemungkinan berpotensi digunakan sebagai sumber energi terbarukan.
Ia mengatakan, Undang-Undang telah mewajibkan bahwa hingga tahun 2030 paling sedikit 30 persen energi mix berasal dari sumber yang terbarukan dan salah satunya adalah energi angin.
Pada tahun 2002 hingga 2003, kata dia, survey yang dilakukan menunjukkan daerah yang memiliki potensi untuk PLTB sangat terbatas.
"Kalau ini adalah indikator angin sepanjang tahun, maka tempat ini luar biasa potensial untuk kita kembangkan pembangkit listrik tenaga angin," ujarnya.
Karenanya, kata dia, pihaknya akan mendorong PLN untuk membantu mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Kabupaten Takalar.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan wilayah tersebut yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Takalar, memang memiliki potensi untuk pembangunan PLTB.
"Wilayah ini sudah disurvey selama dua tahun, dan anginnya memang memungkinkan, tidak temporer," kata Gubernur.
Setelah hari ini, kata dia, pihaknya bersama dengan pemerintah daerah setempat akan segera memproses
"Kita akan berusaha carikan investor, kita undang investor untuk membangun kincir angin di dua daerah sekaligus, yaitu Jeneponto dan Takalar," jelasnya.
Meski demikian, Gubernur menambahkan pentingnya mendorong agar PLN bersedia menerima pembangunan PLTB ini.
"Energi bayu-nya bisa kita usahakan, tetapi bagaimana agar PLN bisa menerima, ini adalah urusan Menko. Karenanya pendekatan bisnisnya harus baik," ujar Gubernur Syahrul.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
