Logo Header Antaranews Makassar

Indonesia-Singapura gelar pertemuan agribisnis kuatkan ekspor

Rabu, 12 Agustus 2015 15:06 WIB
Image Print
Yusni Emilia Harahap (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
"Pertemuan yang ke-11 ini diharapkan dapat menguatkan kerja sama antara dua negara,...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap mengatakan, Indonesia-Singapura menggelar pertemuan agribisnis untuk menguatkan ekpor pertanian ke Singapura.

"Pertemuan yang ke-11 ini diharapkan dapat menguatkan kerja sama antara dua negara, khususnya ekspor hasil pertanian buah-buahan, sayuran dan perikanan," kata Yusni pada acara The 11st Indonesia-Singapore Agribusiness Working Group Meeting di Makassar, Rabu.

Menurut dia, pertemuan sebelumnya menyangkut pemasaran sudah dilakukan pada September 2014. Sementara pemilihan Makassar sebagai lokasi pertemuan, karena merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang daerahnya merupakan sentra pertanian.

"Sulsel juga merupakan sentra produksi kakao yang memberikan konstribusi terbesar untuk ekspor kakao nasional," katanya.

Sementara itu, CEO Agri-food & Veterinary Authority of Singapore Ms Tan Poh Hong mengatakan, peluang kerja sama di sektor pertanian dengan Indonesia terbuka lebar. Apalagi hal itu ditunjang dengan transportasi udara yang dimiliki kedua negara.

Menurut dia, selama ini untuk komoditi pertanian seperti buah-buahan, sayur-mayur dan perikanan umumnya didatangkan dari luar negeri dan negara yang memiliki peluang besar itu adalah Indonesia, China dan Vietnam.

"Ketiga negara itu berkompetisi untuk mendapatkan pasar agribisnis di Singapura," katanya.

Dia mengatakan, untuk mendukung kelancaran eskpor komiditi pertanian asal Indonesia, Singapura memiliki lima maskapai penerbangan yang dapat digunakan sebagai sarana distribusi.

Sementara Indonesia sendiri, memiliki tiga maskapai yang dapat melayani ekspor komoditi pertanian dan perikanan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Air Asia Indonesia.

"Tanpa dukungan maskapai untuk mengangkut komiditi ekpor kita, tentu sangat sulit dalam melancarkan hubungan kerja sama ini," imbuh Yusni menanggapi kesiapan transportasi udara yang dapat memperlancar distribusi komoditi pertanian dan perikanan Indonesia ke luar negeri.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026