Logo Header Antaranews Makassar

Empat JCH Luwu Timur dimutasi

Selasa, 15 September 2015 19:28 WIB
Image Print
"Memang ada jemaah calon haji yang meminta mutasi masing-masing dua jamaah ke Kabupaten Bulukumba...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Empat jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meminta dimutasi ke rombongan daerah lain karena beberapa alasan berbeda.

"Memang ada jemaah calon haji yang meminta mutasi masing-masing dua jamaah ke Kabupaten Bulukumba dan dua jamaah lainnya ke Bandung," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur H Usman di Makassar, Selasa.

Dengan mutasinya empat JCH maka Kabupaten Luwu Timur hanya memberangkatkan sebanyak 121 CJH dari sebelumnya sebanyak 125.

Sebanyak 121 CJH Luwu Timur yang berangkat tahun ini terdiri dari 81 jamaah perempuan, 40 laki-laki dan satu orang tim pendamping haji daerah (TPHD).

Seluruh CJH asal Luwu Timur saat ini sudah berada atau masuk di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulsel, setelah tiba pagi tadi.

Kabid Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel Iskandar Pellang, menyatakan seluruh jamaah calon haji asal Lutim setiba di Asrama Haji Sudiang selanjutnya akan diperiksa kesehatannya sekaligus diberi penyuluhan dan pembinaan.

Rombongan calon haji Luwu Timur yang berjumlah 121 ini selanjutnya akan bergabung dengan kelompok terbang (kloter) 25 gelombang ke 2 bersama Kabupaten Gowa, Pangkep, dan Tana Toraja. Setelah itu sesuai jadwal maka akan diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi pada Rabu besok.

"Para jamaah calon haji asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim) akan dilepas Panitia Embarkasih Makassar menuju Bandara Sultan Hasanuddin untuk diterbangkan menuju Jeddah pada pukul 04.45 Wita," katanya menjelaskan.

Lebih jauh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel memberikan respon yang biasa saja terkait rencana penambahan kuota haji untuk pelaksanaan haji 2016.

Menurut Iskandar, rencana penambahan kuota haji itu belum pasti selama belum ada kontrak tertulis. Ia juga mengaku penambahan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi bukan kali ini saja namun sudah dijanjikan beberapa kali namun ketika keluar laporan resminya justru berbeda.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah menyepakati penambahan kuota haji Indonesia sebesar 10 ribu dari jumlah yang ada saat ini 168.000 orang.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan sebagai tindak lanjut pembicaraan saat pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, beberapa jam kemudian Presiden menerima kunjungan sejumlah menteri termasuk utusan khusus Raja Arab Saudi yang menyampaikan persetujuan Raja atas penambahan kuota bagi jemaah haji Indonesia.

"Kuota menjadi penting, karena jumlah penduduk banyak, orang bisa mengantre sampai 10 tahun, meski baru 10.000 diharapkan tahun depan bisa kembali 200.000 lebih," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026