Logo Header Antaranews Makassar

Calon direksi Perusda Terminal protes tidak lolos

Jumat, 25 September 2015 19:30 WIB
Image Print
"Kami mencurigai hasil timsel yang meloloskan orang yang tidak tepat dalam seleksi Perusda Terminal Makasssar Metro ada unsur KKN...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah calon direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Terminal Makassar Metro yang tidak lolos menyatakan tidak terima dan memprotes hasil Tim Seleksi (Timsel) yang dinilai ada dugaan kecurangan dan permainan.

"Kami mencurigai hasil timsel yang meloloskan orang yang tidak tepat dalam seleksi Perusda Terminal Makasssar Metro ada unsur KKN," kata calon direksi perusda tersebut Rifai Manangkasi kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Menurut dia, dalam seleksi Lelang Jabatan direksi enam Perusda salah satunya PD Terminal Makassar Metro berada di kawasan Daya, kata dia tidak berguna dan ada dugaan politik yang bermain di dalamnya.

"Untuk itu kami meminta Ketua Tim Seleksi yakni Ibrahim Saleh jujur dan membuka hasil skoring secara terbuka untuk diketahui, sebab itu yang menjadi landasan bahkan ada dugaan intervensi," kata pengusaha Angkutan Umum di Makassar itu.

Rivai menyebut awalnya dirinya berharap menjadi Direktur Umum Perusda tersebut, namun gagal dengan menduga ada permainan di balik seleksi lelang jabatan perusda tersebut.

"Saya menduga ada kepentingan politik dengan orang yang dipilih timsel, karena banyak informasi yang beredar bahwa timsel akan memilih kembali Direktur lama yakni Hakim Syahrani," sebutnya.

Sedangkan calon lainnya Burhanuddin mengaku ada yang salah dalam seleksi tersebut. Meski lelang jabatan dilakukan tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dirinya harapkan.

"Menang tidak ada gunanya lelang jabatan itu, dan terkesan bermain. Rata-rata yang terpilih kami anggap tidak berkompeten," ulasnya calon Direktur operasional itu.

Ketua Penjaringan dan Seleksi Direksi Perusda Ibrahim Saleh saat dikonfirmasi mengatakan semua hasil yang diumumkan murni dan dilakukan secara independen dan tidak ada rekayasa apalagi berbau politik dan intervensi

"Dalam perjalanan seleksi ini murni dan tidak ada intevensi dari pejabat setempat dan itu merupakan keputusan prerogatif pak Wali Kota sebagai owner," tandasnya.

Menurut dia, hasil tersebut ini berdasarkan sejumlah tahapan dan secara independen dan pertimbangan matang oleh pemilik atau "owner" dalam menentukan pilihan mana yang layak di jadikan direksi baru PDAM.

Selain itu ada lima tahapan selama proses seleksi yakni Administrasi, Assesmen secara independen, Uji Publik, Uji Media dan tes Wawancara dari pemilik perusda tersebut.

"Seperti itu biasanya ada kekecewaan dan itu hal yang wajar bila kecewa, kalaupun itu yang sampaikan perlu bukti tertulis dan disampaikan secara akurat dan bukan secara lisan," tegasnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melantik direksi Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro yakni Direktur Utama Hakim Syahrani (kembali terpilih) Direktur Umum Syahrir, dan Direktur Operasional Rizal Asdahat Rahman di Balai Kota Makassar.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026