Logo Header Antaranews Makassar

"Tap Cash" solusi mahalnya biaya cetak uang

Minggu, 25 Oktober 2015 20:51 WIB
Image Print
"Ini merupakan awal dari upaya efesiensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia...

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Makassar menyebutkan jika alat transaksi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang disebut "Tap Cash" adalah solusi dari mahalnya biaya cetak uang.

"Ini merupakan awal dari upaya efesiensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan seluruh perbankan untuk menggalakkan gerakan nasional non tunai ini," ujar Pemimpin Wilayah BNI Makassar Slamet Djumantoro di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, alat transaksi "tap cash" yang sudah diluncurkan BNI beberapa waktu lalu sudah dilakukan di Jakarta dan Pulau Bali. Meskipun belum banyak yang menggunakannya.

Slamet mengaku jika `tap cash` yang telah diluncurkannya itu sudah disosialisasikan dan didemonstrasikan di Pulau Jawa dan Jakarta. Sedangkan wilayah lainnya di Indonesia baru akan dilakukan sosialisasi.

"Di Jakarta sama Jawa itu sudah kita lakukan dan sudah bisa dipakai. Tapi hanya beberapa tempat saja yang bisa dipakai untuk transaksi. Kan memang kita baru mau sosialisasi bersama BI dan bank lainnya," katanya.

Ia mengaku, alat transaksi yang digunakan sejak lama hingga saat ini seperti material logam dan uang kertas serta tinta lainnya itu didatangkan langsung dari beberapa negara seperti Australia.

Untuk material uang Rp100.000, kata dia, didatangkan langsung dari Australia karena kualitas kertas serta material lainnya itu lebih bagus. Namun, mencetak uang tunai itu disebutnya sangat besar.

"Bayangkan saja kalau uang logam yang dicetak itu materialnya lebih mahal. Mencetak uang Rp100 ribu itu sama nilainya, belum lagi biaya lain-lainnya. Pokoknya lebih mahal," jelasnya.

Sementara itu, di Makassar, Slamet mengaku jika metode alat transaksi GNNT ini baru disosialisasikan, sedangkan di wilayah lainnya seperti Pulau Jawa dan Jakarta sudah mulai dijalankan.

Dia juga mengungkapkan jika pada sosialisasi sebelumnya di Pulau Jawa dan Jakarta, Bank Indonesia (BI) menggandeng sejumlah perbankan nasional dan lokal untuk ikut menggalakkan sosialisasi penggunaan GNNT.

Beberapa transaksi non tunai yang disosialisasikan meliputi penggunaan uang elektronik dan pembayaran dengan kartu seperti kartu debit dan kartu kredit.

Para perbankan yang sudah siap dengan GNNT ini yakni BNI dengan "tap cash", Bank Mandiri dengan uang elektronik "e-money", BRI dengan brizzi, BCA dengan flazz.

"Penggunaan alat transaksi non tunai ini akan sangat menguntungkan dan lebih efisien dilakukan. Negara juga diuntungkan karena bisa menghemat pembuatan uang cash," jelasnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026