
Sulsel berkekuatan 64 atlet hadapi Pomnas 2015

"Seluruh kontingen kita rencanakan berangkat pada 12 November 2015...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Sulawesi Selatan akan diperkuat sebanyak 64 atlet menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Banda Aceh, 13-21 November 2015.
Sekretaris Umum Bapomi Sulsel, Ilham Jaya di Makassar, Jumat, mengatakan seluruh atlet itu berasal dari delapan cabang olahraga diantaranya atletik (11 atlet), karate (14 atlet), pencak silat (15 atlet), futsal (12 atlet), sepak takraw (lima atlet), renang (tiga atlet), serta sisanya dari tarung derajat dan bulu tangkis.
"Seluruh kontingen kita rencanakan berangkat pada 12 November 2015. Kami tentu berharap seluruh atlet yang diturunkan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya sekaligus memberikan prestasi bagi Sulsel," katanya.
Dari delapan cabang olahraga yang diikuti, kata dia, memang ada beberapa cabang yang melibatkan lebih banyak atlet seperti karate, pencak silat dan atletik. Sebab cabang ini memang akan menjadi andalan Sulsel dalam merebut medali di Pomnas 2015.
Sementara untuk cabang yang lain, meski bukan menjadi cabang prioritas peraih medali namun tentunya juga diharapkan bisa mempersembahkan hasil maksimal bagi Sulsel.
"Apalagi atlet yang tampil juga punya kemampuan dan pengalaman tampil diberbagai kejuaraan sebelumnya. Meski persaingan sulit namun peluang kita tentu masih tetap terbuka lebar," jelasnya.
Selain menetapkan 64 atlet ke Pomnas 2015, Bapomi Sulsel juga memastikan ada empat cabang olahraga yang terpaksa gagal berangkat ke Pomnas 2015 itu yakni anggar, bola basket, bola voli dan catur.
Mengenai batalnya empat cabang tersebut, dirinya mengakui dikarenakan berbagai alasan seperti halnya cabang olahraga anggar yang batal berangkat karena memang tidak jadi dipertandingkan. Adapun tiga cabang lainnya terpaksa gagal berangkat karena masalah administrasi.
Ia menjelaskan, sejumlah atlet dari tiga cabang olahraga tersebut, kata dia, memang tidak mampu melengkapi persyaratan administrasi yang diminta pihak penyelenggara seperti kartu mahasiswa dan KRS.
Kondisi itu, menurut dia, semakin dipersulit karena batas pendaftaran peserta Pomnas melalui email itu memang kebetulan hari libur yakni pada 14 Oktober 2015. Hal itu membuat pihaknya kesulitan untuk memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan.
Pihaknya juga membantah jika gagalnya empat cabang itu karena keterbatasan anggaran. Intinya batalnya empat cabang itu memang karena masalah administrasi.
"Soal anggaran, itu memang sempat menjadi kendala kami sebelumnya namun itu bukan alasan yang membuat kita terpaksa gagal memberangkatkan atlet dari empat cabang olahraga,"ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
