
Operasi Zebra berhasil turunkan angka kecelakaan

Toraja, (Antara) - Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar mengklaim jika operasi zebra yang dilaksanakan serentak se-lndonesia itu berhasil turunkan angka kecelakaan lalu lintas.
"Selama operasi zebra ini, anggota bersama tim dari kejaksaan turun langsung menindaki para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas dengan diberikan tindakan langsung," ujar Pudji Hartanto Iskandar di Toraja Utara, Senin.
Berdasarkan data statistik angka kecelakaan lalu lintas dengan perbandingan tahun sebelumnya yang diklaimnya berhasil itu mengalami penurunan sekitar 14 persen lebih.
Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sebanyak 120 kasus, sedangkan pada tahun sebelumnya angka lakalantas sebanyak 140 atau mengalami penurunan 14 persen.
Untuk korban meninggal dunia tahun 2015 sebanyak 27 orang dan tahun 2014 sebanyak 35 orang atau turun 22 persen. Luka berat sebanyak 43 orang dan tahun sebelumnya 38 orang atau mengalami kenaikan 13 persen.
"Untuk data keseluruhan itu mengalami penurunan. Angka kecelaakaan turun, angka meninggal dunia turun dan hanya angka luka berat saja yang naik," katanya.
Bukan cuma itu, Polda Sulselbar juga mencatat pelaksanaan operasi Zebra 2015 sedikitnya 3.451 pelajar atau mahasiswa terjaring pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Dari jumlah itu, pelanggaran yang melibatkan pelajar naik 72,8 persen.
"Pelanggaran sepanjang pelaksanaan operasi zebra yang dilakukan pelajar mencapai 3.451. Jumlah itu naik 72,8 persen atau kenaikan angka 1.454 dari tahun 2014 yang hanya mencapai 1.997, " ucapnya saat menjadi pembina upacara bendera di SMAN 2 Rantepao, Toraja Utara.
Mantan Gubernur Akpol ini menyebutkan, selama operasi zebra itu jumlah pelanggaran secara keseluruhan mencapai 15.079 kasus. Dibanding 2014 lalu, hanya mencapai 10.658. Dilihat dari angka itu, terjadi kenaikan 41 persen.
"Sedangkan angka kecelakaan Lalulintas ada 120 kasus. Sedang tahun lalu, 140 kasus, " sebut Kepala Koorlantas Mabes Polri ini dihadapan ribuan pelajar SMAN 2 Rantepao.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
