
FPPI Mamuju minta petani Tapango dibebaskan

"Kami minta aparat hukum agar bijak dan adil melihat persoalan di Kecamatan Tapango...
Mamuju (ANTARA Sulsel) - Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa mendesak aparat kepolisian membebaskan petani Kecamatan Tapango yang ditangkap sewaktu melakukan tindakan anarkis melakukan penolakan proyek pembangunan pipa PDAM di Kecamatan Tapango Kabupaten Polman.
"Kami minta aparat hukum agar bijak dan adil melihat persoalan di Kecamatan Tapango, massa petani tidak akan anarkis seandainya saja permintaan mereka diterima yakni pembangunan pipa PDAM Tapango dihentikan," kata Ketua FPPI Mamuju, Suyuti di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, petani khawatir pembangunan pipa PDAM Tapango yang dibangun pemerintah akan dapat membuat sumber air petani akan berkurang dan lahan pertanian petani seluas 3.000 hektare akan kering.
"Melalui peringatan hari pahlawan 10 November ini kami mendesak pemerintah agar tegas tidak menjutkan pembangunan pipa PDAM Tapango dan bebaskan petani yang ditangkap, kalau tidak kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan dipenuhi," katanya.
Menurut dia, FPPI Mamuju juga akan terus melakukan perlawanan terhadap berbagai macam praktek kebijakan yang dapat masyarakat sulit mendapatkan pendidikan karena mahal, kemudian menolak investasi yang merugikan daerah masyarakat dan negara ini.
"Kami tolak tambang uranium di Kecamatan Tapalang yang berbahaya dan mengeksploitasi aset kekayaan bangsa ini, dan mengorbankan kepentingan negara," katanya.
Ia mengatakan, FPPI juga meminta agar konflik agraria yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Sulbar diselesaikan pemerintah dan meninjau ulang hak guna usaha perusahaan sawit yang dapat mengakibatkan timbulnya konflik agraria.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
