
Jelang Ramadhan Sembako Semakin Naik

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Jelang Ramadhan harga sembilan bahan pokok di Polman, Sulawesi Barat, naik tinggi, Rabu.
Rata-rata kenaikan harga kebutuhan rumah tangga masyarakat saat ini sangat melejit jauh ke angka yang paling tinggi, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan yang notabene seluruh peralatan masak dapur akan berpengaruh.
Hasil pemantauan ANTARA di pasar sentral Pekkabata Polman menemukan kenaikan harga rata-rata 20 persen hingga 50 persen dan terkadang pada jenis yang berbeda sangat jauh di atas perkiraan, yaitu bawang merah dan bawang putih.
Rempah-rempah tersebut tidak tanggung-tanggung dinilai mahal olah para pengecer, sebab pengambilan dari distributor pun juga masih sangat tinggi.
Gula pasir yang dulunya Rp. 7000 per kilo, sekarang naik menjadi Rp. 8.500 per kilo.
Begitu pula dengan rampah (kemiri) konon kabarnya adalah bumbu dapur yang tak pernah mengalami kenaikan haraga, yang dulunya tetap pada haraga Rp. 2000 per kilo sekarang sudah menjadi Rp. 13.000 per kilo.
Tidak kalah hebatnya bawang putih, yang bisa dibeli Rp. 7000 dalam 1 kilo, sekarang mencapai Rp. 23.000. Kenaikan ini sudah mencapai di atas 100 persen kenaikannya. Begitu pula dengan bawang merah, dari harga Rp. 7000, sekarang mencapai Rp. 25.000/kg.
Kenaikan bahan rempah-rempah sangat menggila, terutama bawang merah dan bawang putih, tidak seperti lainnya yang kenaikannya hanya berkisar 20 sampai 50 persen.
H. Rahman, penjual rempah-rempah di pasar sentral Pekkabata mengatakan bahwa kenaikan barang-barang ini baru saja terjadi dan itulah budaya tahunan jika bulan Ramadhan akan datang, pasti harga akan naiktinngi.
Menurutnya, perkembangan siklus transaksi mahal ini akan berlangsung hingga bulan 9 2009 atau setelah zulhijjah usai.
Kenaikan sembilan bahan pokok, terutama rempah-rempah, sangat mempengaruhi jualan pak H. Rahaman " sampai-sampai modal saya untuk membeli rempah-rempah terkadang tidak cukup lagi, sebab kenaikannya yang begitu melejit jauh" ujarnya.
(T.PSO-105/S005)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
