
Peringatan hari anti korupsi digelar di Malino

"Peringatan Hari Anti-Korupsi tahun ini akan kita gelar di Malino dalam bentuk kemah akbar...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Peringatan hari antikorupsi yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 9 Desember akan diperingati oleh ratusan aktivis pada 18-22 Desember di kawasan puncak Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Peringatan Hari Anti-Korupsi tahun ini akan kita gelar di Malino dalam bentuk kemah akbar," ujar Panitia Penyelenggara Kemah Akbar Malino, Musddaq, di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, sekitar 300 aktivis antikorupsi dari seluruh Indonesia dipastikan akan hadir dalam kemah akbar yang akan dilaksanakan di Malino dan beberapa nama tenar juga hadir.
Musaddaq yang Kordinator Divisi Advokasi Masyarakat Sipil Kopel Indonesia itu menyebut aktivis antikorupsi yang sudah dipastikan hadir adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.
"Dua nama yang sudah memastikan hadir itu pak Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Keduanya sudah mengonfirmasi kami akan hadir dalam kemah akbar," katanya.
Selain kedua nama itu, masih ada ratusan aktivis yang sudah menyatakan akan hadir seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparansi Indonesia Internasional (TII), Perludem, Yappika, Kemitraan Jakarta, The Asia Foundation (TAF) dan lain sebagainya.
Ketua Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah menyebutkan jika pelaksanaan kemah akbar ini merupakan agenda tahunan dari Kopel Indonesia sebagai lembaga yang konsen menyuarakan dan mengawal pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.
Kehadiran para aktivis anti korupsi tersebut, dimaksudkan untuk membangun jaringan soliditas aktivis anti korupsi dalam mengawal pola gerakan advokasi pemberantasan tindak pidana korupsi yang lebih sistematis dan berbasis data.
Selain itu, diharapkan bisa melahirkan forum bersama yang bersinergi dengan masyarakat sipil, media serta Perguruan Tinggi dalam membangun gerakan anti korupsi, termasuk menyusun rencana aksi bersama sebagai bentuk evaluasi terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Olehnya itu, Syamsuddin menjelaskan, kegiatan Kemah Anti-Korupsi bertujuan melakukan konsolidasi gerakan bersama di kalangan aktivis anti korupsi.
Menghadapi kasus korupsi yang demikian massif dan kronis saat ini, maka membutuhkan kebersamaan dalam melawan dan melakukan advokasi agar gerakannya lebih efektif.
"Tipologi korupsi sekarang semakin luas, caranyapun semakin canggih. Celakanya, ancaman bagi para penggiat juga semakin kuat, sehingga perlu segera melakukan konsolidasi pula," jelasnya.
Gerakan bersama yang dimaksud, bukan sekadar mengkonsolidasikan para aktivis anti korupsi, namun juga lebih banyak melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat sipil, media dan Perguruan Tinggi.
"Kita juga ingin di kalangan mahasiswa, bisa terkonsolidasi membentuk forum mahasiswa anti korupsi," tambahnya.
Kemah anti korupsi tersebut melibatkan perwakilan dari Jaringan Klinik Anti-Korupsi dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia, NGO Anti-korupsi baik lokal dan nasional.
Para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang selama ini aktif dalam kegiatan anti-korupsi, Jaringan Media, Lembaga Donor yang konsen terhadap isu anti-korupsi, serta unsur Parlemen Group yang terdiri dari kelompok tani dan nelayan.
Kopel sendiri bekerja sama dengan Fakultas Hukum Unhas. Sedang beberapa narasumber yang menyatakan kesediaan untuk hadir adalah hakim Mahkamah Konstitusi Prof Dr. Aswanto, SH, M.Si, Dr Abraham Samad, Dr Bambang Widjojanto, dan dari unsur pemerintah akan hadir dari Kemendes PDT & Transmigrasi.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
