Logo Header Antaranews Makassar

DKP3 Makassar ingatkan nelayan akan cuaca buruk

Rabu, 9 Desember 2015 20:58 WIB
Image Print
Ilustrasi--Cuaca buruk (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
"Nelayan harus hati-hati jika melaut karena akhir-akhir...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar mengingatkan semua warganya khususnya para nelayan yang akan melaut untuk meningkatkan kewaspadaan karena cuaca mulai memburuk.

"Nelayan harus hati-hati jika melaut karena akhir-akhir ini cuaca sudah mulai memburuk dan ini harus jadi perhatian para nelayan," kata Kepala DKP3 Makassar Rahman Bando di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, mulai memburuknya cuaca pada musim penghujan ini harusnya dijadikan perhatian bagi para warga yang akan melaut karena keselamatan selalu menjadi sesuatu hal yang penting.

Rahman menyebutkan, warga pulau yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut itu harus memperhatikan kondisi awan di udara, apalagi cuaca saat ini selalu berubah-ubah.

"Hujan disertai angin merupakan siklus tahunan. Desember ini, hujan disertai angin mulai dirasakan masyarakat Kota Makassar dan bahkan beberapa warga terkena musibah puting beliung," katanya.

Adik dari Bupati Enrekang itu meminta warga untuk senantiasa berhati-hati saat melaut karena angin kencang sulit diprediksi dan gelombang laut juga biasanya cukup tinggi.

Bahkan, lanjut Rahman, Januari-Februari 2016 diprediksi terjadi peningkatan ekskalasi hujan. Peningkatan ekskalasi hujan akan seiring dengan penurunan produksi ikan.

"Namun, penurunan produksi itu akan tertutupi dengan peningkatan hasil tambak dari daerah lain, Barru, Pangkep, Pinrang dan lainnya," sebutnya.

Petani tambak akan mempercepat panen bandeng dan udang. Sebab, dikhawatirkan akan gagal panen jika terjadi banjir. Jadi, produksi tambak ini akan menggantikan penurunan produksi ikan laut selama cuaca ekstrim.

Meski demikian, Rahman mengaku, produksi ikan saat ini masih mencukupi kebutuhan konsumsi di kota ini karena banyaknya pasokan ikan laut juga dari daerah lainnya yang masuk Makassar.

"Sekarang ini, kecenderungannya masih mampu mencukupi kebutuhan konsumsi. Namun, belum diketahui seperti apa produksi pada pekan ketiga Desember nanti," jelasnya.

Rahman menyebutkan jika total produksi ikan Makassar berkisar 40-70 ton per harinya. Bahkan, jika cuaca baik bisa mencapai hingga 100 ton per harinya.

Total produksi ini tidak hanya berasal dari nelayan Makassar, tetapi juga berasal dari luar Makassar yang didrop melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rajawali dan TPI Paotere serta tiga TPI pembantu lainnya, TPI Langgau, Daya, dan Barombong.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026