
264 atlet Sulsel lolos PON 2016

"Ratusan atlet yang sudah dinyatakan lolos PON 2016 itu berasal dari 37 cabang olah raga...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 264 atlet Sulawesi Selatan dinyatakan lolos PON 2016 setelah tampil maksimal di babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional yang dilaksanakan sepanjang 2015.
"Ratusan atlet yang sudah dinyatakan lolos PON 2016 itu berasal dari 37 cabang olah raga," jelas Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir di Makassar, Minggu.
Sejumlah atlet yang berasal dari puluhan cabang diantaranya sepak takraw (24 atlet), karate (18 atlet), bola basket (20 atlet), bulu tangkis (14 atlet), kriket (12 atlet), layar (11 atlet), hoki outdoor (16 atlet), anggar (12 atlet), pencak silat (11 atlet), dayung (12 atlet) senam (delapan atlet).
Selanjutnya bridge (enam atlet), renang indah (tujuh atlet) renang/lintas laut (lima atlet), atletik (empat atlet), judo (enam atlet), menembak (tujuh atlet), kempo (empat atlet), angkat besi (dua atlet), sofball putra (sembilan atlet), dance sport (enam atlet), selam (empat atlet).
Serta tinju (lima atlet), tenis lapangan (tiga atlet), golf (tiga atlet), taekwondo (tiga atlet), tarung derajat (dua atlet), ski air (tujuh atlet), panjat tebing (dua atlet), balap sepeda (empat atlet), biliar (dua atlet), angkat besi (dua atlet) hingga selancar angin dengan meloloskan tujuh atlet.
Menurut dia, jumlah ini tentunya masih berpeluang bertambah karena masih ada cabang olahraga yang tengah mengikuti kualifikasi seperti renang di kejuaraan nasional KRAPSI Jakarta 2015.
Ratusan atlet ini juga tengah menjalani tes fisik, kesehatan dan psikologi. Pihaknya berharap seluruh atlet yang sudah memastikan diri lolos untuk terus fokus meningkatkan kemampuan terbaiknya demi menjaga persaingan merebut medali di PON.
Untuk tes fisik telah dilaksanakan selama dua hari sejak 25-26 Desember 2015. Selanjutnta tes kesehatan akan dilakukan pada 28-29 Desember 2015 serta tes psikologi dijadwalkan selama dua hari pula yakni 30-31 Desember 2015.
Pihaknya berharap seluruh atlet yang mengikuti tes bisa lolos dan mendapatkan poin tertinggi. Ini juga sebagai upaya untuk lebih menjaga peluang merebut medali.
Adapun atlet yang hasil tesnya kurang tentunya diminta untuk lebih fokus lagi meningkatkan apa yang dinilai kurang sebelum akhirnya tampil di ajang empat tahunan tersebut.
"Bagi atlet yang hasil tesnya tidak maksimal tentu kita minta ditingkatkan lagi. Kami juga berharap dengan waktu yang tersisa ini bisa terus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan teknik setiap atlet," ujarnya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
