Logo Header Antaranews Makassar

ARLI minta dukungan bangun pabrik rumput laut

Minggu, 13 Maret 2016 06:10 WIB
Image Print
Ilustrasi-rumput laut (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
"Kami masih menunggu dukungan pemerintah, kalau mereka setuju akan kami bangun...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) meminta dukungan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terkait dengan rencana pembangunan empat pabrik pengolahan rumput laut.

"Kami masih menunggu dukungan pemerintah, kalau mereka setuju akan kami bangun secara bertahap di berbagai lokasi untuk dikerjakan," kata Ketua ARLI Safari Azis di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Sabtu.

Kendati telah dibangun lima pabrik pengolahan rumput laut di Sulsel, namun pihaknya berencana menambah empat pabrik sehingga pengolahan rumput laut akan lebih maksimal untuk diekspor keluar negeri akan bertambah.

Ia menyebutkan setiap pabrik memiliki kapasitas produksi hingga 500 ton per bulan atau sekitar enam ribu ton per tahun, sehingga dengan hadirnya penambahan pabrik baru maka kinerja ekspor rumput laut tahun ini akan semakin meningkat.

"Untuk itu produksi hasil olahan yang kemudian menjadi produk mesti diberikan edukasi kepada masyarakat karena selain bermanfaat bagi kesehatan juga lebih nikmat dikonsumsi," paparnya.

Pihaknya mengakui daerah Sulsel merupakan salah satu penghasil rumput laut terbaik dan sangat berkontribusi pada ekspor rumput laut skala nasional.

Namun, pertumbuhan nilai serta volume ekspornya masih terbatas karena belum memiliki daya saing dari produk serupa asal luar negeri.

"Disini kelemahan kita, kendala utama adalah logistik pengiriman dari Makassar ke Surabaya dikenakan Rp1000 per kilogram, sedangkan bila di Asia contohnya Tiongkok hanya kisaran Rp350," ungkap dia.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah negara tujuan ekspor akhirnya mencari pemasok rumput laut dari negara lain.

Hal itu juga dipicu regulasi pemerintah melarang untuk tidak mengekspor rumput laut mentah sehingga ekspor menjadi stagnan di tingkat nasional.

"Rumput laut mentah saat ini memang didominasi pada ekspor nasional, sementara olahan terkendala pada biaya produksi. Dengan hadirnya pabrik pengolahan ini diharapkan hasil rumput laut asal Sulsel bisa menghasilkan produk terbaik," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulsel nilai ekspor produk rumput laut sepanjang 2015 mencapai 105,3 juta dolar Amerika atau melemah 28,26 persen dari tahun 2014 sebesar 146,9 juta dolar Amerika.

Sedangkan volume ekspor produk rumput laut 2015 tumbuh sekitar lima persen dari 12.449 ton 2014 menjadi 13.171 ton pada 2015.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026