Logo Header Antaranews Makassar

Kabupaten Wajo canangkan program `baruga Tomacca`

Selasa, 3 Mei 2016 21:15 WIB
Image Print
"Baruga berarti taman dan Tomacca adalah orang-orang pintar. Program ini menandakan keinginan Pemda Wajo sebagai salah satu kabupaten literasi," kata Bupati Wajo Burhanuddin Unru dalam keterangan persnya, Selasa.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mulai mencanangkan program budaya baca di daerah tersebut dengan program `Baruga Tomacca`.

"Baruga berarti taman dan Tomacca adalah orang-orang pintar. Program ini menandakan keinginan Pemda Wajo sebagai salah satu kabupaten literasi," kata Bupati Wajo Burhanuddin Unru dalam keterangan persnya, Selasa.

Saat peringatan Hardiknas di lapangan Merdeka Wajo dihadiri ribuan peserta dari jajaran pemerintahan, DPRD, dan perwakilan-perwakilan siswa dari setiap sekolah di Wajo, Burhanuddin mengajak seluruh pihak berperan aktif pada pencanangan program tersebut.

Pencanangan program budaya baca tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hibah buku bacaan berjenjang dari Usaid Prioritas secara simbolis dari pihak Usaid ke Pemda setempat.

Diketahui Wajo mendapatkan hibah buku bacaan berjenjang dari Usaid Prioritas sebanyak 91.200 buku untuk dibagikan kepada sejumlah sekolah di Wajo.

Kepala Dinas Pendidikan Wajo, Jasman Juanda pada kesempatan itu menyatakan bahwa program budaya baca akan diawali dengan mendengungkan secara lebih intensif tagline gerakan budaya baca `Baruga Tomaca`.

"Sesuai dengan Permendiknas, maka yang akan kita lakukan secara lebih tegas adalah mewajibkan sekolah melakukan 15 menit membaca sebelum pembelajaran," ujarnya.

Selain itu Bappeda juga mendukung gerakan budaya baca ini. Salah satunya melalui penerbitan buku. Buku yang sudah diterbitkan adalah kamus Bahasa bugis.

"Kamus ini sangat penting agar kita semua tidak lupa akan bahasa daerah kita," tambahnya.

Di sela acara peringatan Hardiknas Wajo di Lapangan Merdeka, Bupati setempat memberikan penghargaan khusus kepada Muh Isrul, siswa kelas 8 SMP 4 Tanasitolo menjadi juara I tingkat Nasional Lomba Menulis cerpen.

"Sudah saatnya menulis cerita mendapatkan penghargaan yang tinggi sebagaimana di luar negeri," ujar Andi Irmahaerani selaku koordinator Usaid Prioritas untuk daerah Wajo.

Sebelumnya, Burhanuddin Unru membacakan pidato Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang berisikan kualitas literasi menjadi salah satu tujuan pembangunan dalam bidang pendidikan selain kualitas karakter dan kompetensi.

Menteri berharap masyarakat mengembangkan literasi baca dan hitung, teknologi, budaya dan sains.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026