
Festival seni budaya Waisak di Makassar

"Art and Culture Festival menyambut hari raya Waisak ini akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menyatakan heterogennya masyarakat Makassar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, apalagi dengan adanya festival seni dan budaya (Art and Culture Festival) dalam rangka menyambut hari raya Waisak.
"Art and Culture Festival menyambut hari raya Waisak ini akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan dan ini juga menjadi bagian dari Makassar," ujar Syamsu Rizal di Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, Kota Makassar yang dengan visinya menjadikan Makassar sebagai kota aman dan nyaman untuk semua itu bukan lagi milik dari suku tertentu, melainkan menjadi rumah bersama bagi semua penduduknya.
Dengan heterogennya masyarakat yang hampir semua suku berada di Kota Makassar menjadi tanggung jawab dari pemerintah kota serta semua pihak untuk menjaga toleransi dalam masyarakat.
"Kegiatan Art and Culture Festival menambah semaraknya Kota Makassar. Bukan hanya soal ritual agamanya, tetapi bagamaina menjadi bagian kekayaan budaya di Kota Makassar," katanya.
Syamsu Rizal yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Makassar itu menyebutkan jika Makassar merupakan kota yang berwarna-warni karena banyaknya suku dan ras didalamnya yang menjadi satu tanpa ada perbedaan agama.
Selanjutnya, Deng Ical pun menganggap apa yang ditampilkan malam ini adalah bagian dari kekayaan budaya Kota Makassar. Pemukulan gendang secara simbolis tanda dibukanya Art and Culture Festival Waisak.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut, sunday school out, rampak tambur, dance, barongsai performance, pesta kembang api, barongsai dance performence dan saturday sensation,
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Feny Juliani menambahkan, kegiatan tersebut untuk memeriahkan hari raya pameran foto kesenian dan kuliner dan melibatkan vihara dan kleteng di kota Makassar yang berlangsung selama 17 hari.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
