
Anggota DPRD Makassar Termuda Jadi Pusat Perhatian

Makassar (ANTARA Sulsel) - Beberapa legislator termuda, A Rahmatika Dewi Yustisia (25), dan Erik Horas (26) menjadi pusat perhatian publik pada pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Makassar perode 2009-2014, Selasa.
Pasca pelantikan, Rahmatika (Golkar) yang memiliki wajah cantik maupun Erik (Gerindra) dengan wajah tampan langsung diserbu keluarga maupun sahabat yang ingin memberikan ucapan selamat maupun berfoto bersama.
Tidak hanya itu keduanya juga menjadi buruan beberapa media cetak maupun media elektronik, menanyakan visi dan misi yang diusung figur muda ini.
Rahmatika dengan kawat gigi khasnya mengatakan akan fokus menyuarakan kesehatan masyarakat, dan mendukung program-program walikota Makassar, yang dikenal dengan bebas lahir hingga mati.
"Fungsi legislatif sangat jelas yakni membuat undang-undang, membahas anggaran. Saya akan fokus mengontrol dan melayani penyelenggaraan kesehatan pada masyarakat," ujar perempuan yang saat ini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas.
Sementara Erik yang keturunan pengusaha mengatakan akan mendorong bantuan kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menumbuhkan perekanomian Makassar dan sekitarnya.
Dari 50 angggota DPRD Makassar beberapa partai secara otomatis menjadi satu fraksi yakni, Golkar, Demokrat, PKS, PAN, PDK. Sementara PDIP, Gerindra, Pakar Pangan akan bergabung dalam fraksi gabungan.
Sebelum pelantikan terjadi adu mulut antara anggota terpilih DPRD Makassar dari Partai Golkar, Nasran Mone dengan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk.
Aparat dengan dalih undangan hanya berlaku untuk satu orang, melarang Nasran masuk ke dalam lokasi jika mengikutkan anggota keluarganya.
"Undangan ini untuk keluarga, saya sendiri yang membuatnya, bapak-bapak yang tidak memahami itu. Kalau tidak diizinkan saya tidak akan ikut pelantikan," ancamnya.
(T.PSO-099/D009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
