Logo Header Antaranews Makassar

Unhas gelar seminar internasional Kemelayuan

Rabu, 5 Oktober 2016 21:28 WIB
Image Print
"kegiatan yang berlangsung selama dua hari ke depan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai negara," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Universitas Hasanuddin menggelar Seminar dan Dialog Internasional Kemelayuan (Selogika) Indonesia Timur IV di Gedung Iptek Unhas Makassar, Sulawesi Selatan, 5-6 Oktober 2016.

Ketua Panitia Pelaksana Selogika IV Dr Nurhayati MHum di Makassar, Rabu, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Pusat Studi Melayu, Puslitbang Dinamika Masyarakat, Budaya, dan Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat tersebut menampilkan sejumlah pemakalah dari dalam dan luar negeri.

"kegiatan yang berlangsung selama dua hari ke depan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai negara," katanya.

Di antaranya yakni Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas Prof Drs Burhanuddin Arafah MHum PhD, Prof Dr James T Collins (Northern Illinois University, AS).

Selanjutnya Prof Madya Datuk Zainal Abidin Borhan (Ketua Gapena Malaysia), Prof Dr Gofran Ali Ibrahim (Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara), Nik Abdul Rakib In Nik Hassan MA (Prince of Songkla University, Thailand), Prof Dr Pawennari Hijjang MA (Ketua Program Studi S-3 Antropologi Pascasarjana Unhas).

Serta Dr Nurhayati MHum (Ketua Prodi Magister Linguistik Sekolah Pascasarjana Unhas), Mr Fang Qiang, MHum (Wakil Direktur Pusat Bahasa Mandarin Unhas), Dr Sukardi Gau MHum (Kepala Kantor Bahasa Gorontalo), dan Dr Asrif MHum selaku Kepala Kantor Bahasa Ambon.

Seminar dilaksanakan di Gedung Ipteks Unhas Kampus Tamalanrea pada hari pertama. Pada hari kedua, dilaksanakan wisata kota ke Benteng Rotterdam, Pantai Losari, dan Pelabuhan Paotere Makassar.

Nurhayati mengatakan, tujuan Selogika dimaksudkan mendiskusikan sejarah, bahasa, dan budaya Melayu secara ilmiah.

Kemudian merekomendasikan hasil seminar kepada pemerintah, pemerhati sejarah, bahasa, sastra, budaya, dan masyarakat.

"Kegiatan ilmiah ini bertema "Menggali sejarah, bahasa, sastra, dan budaya dalam Rumpun Melayu Nusantara," ujarnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026