
Pemadaman Bergilir Di Sulsel Menuai Kritik

"Pemadaman bergilir tersebut sangat menggangu aktivitas perekonomian masyarakat di Sulsel...
Makassar (Antara Sulsel) - Pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Wilayah Sulserabar sejak sepekan terakhir di wilayah Sulawesi Selatan menuai kritikan dari sejumlah kalangan masyarakat.
"Pemadaman bergilir tersebut sangat menggangu aktivitas perekonomian masyarakat di Sulsel," kata salah seorang pelanggan PLN Affandy Agusman Aris di Makassar, Selasa.
Menurut dia pemadaman bergilir yang diberlakukan sejak 2016 hingga awal tahun 2017 dinilai menjadi presenden buruk bagi perusahaan negara itu, belum lagi kenaikan tarif dasar listrik tanpa dibarengi peningkatan pelayanan.
"Pemerintah dan DPRD sudah harus memanggil Pihak Manajemen PLN untuk diminta pertanggung jawabannya sesegera mungkin," tegas Sekertaris DPP Indonesia Welding Association ini.
Selain itu, Kenaikan Tarif Dasar Listrik di awal tahun 2017 tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan PLN.Tentunya yang paling bertanggung jawab adalah pimpinannya yakni General Manager Sulselrabar sebagai penentu kebijakan di wilayah kerjanya.
Mengenai dengan alasan teknis kerusakan mesin pembangkit, kata mantan Anggota DPRD Sulsel itu, seharusnya manajemen PLN bisa mengantisipasi untuk pemeliharaan rutin apabila terjadi ganguan selama setahun.
Diketahui hampir setiap pembangkit tenaga listrik dikelola pihak swasta dalam dan sebagaian lainnya masih dikelola PLN sebagai penyalur listrik di Sulawesi Selatan.
"Kami juga telah meminta kepada PLN Kantor Pusat agar segera mengevaluasi kinerja PLN Wilayah Sulselrabar, sebab jangan kejadian tersebut dibiarkan terus seperti ini dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan," paparnya.
Sedangkan komentar lain juga dilayangkan aktivis mahasiswa Adi Puto Palaza bahwa kinerja PLN selama ini kurang memuaskan pelanggan karena tidak seimbang dengan pelayanan.
"Kalau saja telat membayar maka PLN langsung memberikan denda bahkan bisa saja mencabut kilometer, seharusnya ini dibicarakan baik-baik kepada pelanggan. Lantas kalau listrik padam bergilir ada kompensasi?," katanya.
Sedangkan pengusaha percetakan lainnya, Pratama Advertising, Mahmud menyatakan merugi selama pemadaman bergilir dilakukan sepekan terakhir.
"Kalau mau dihitung selama empat hari mati lampu, yah ada kerugian karena bahan yang ingin dicetak rusak dan mesti diganti karena jadinya tidak bagus,"keluhnya.
Secara terpisah Kepala Bidang Humas PLN Wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Rosita Zulkarnain dalam keterangannya mengatakan pemadaman bergilir karena adanya ganguan teknis.
Ganguan teknis tersebut terjadi akibat ganguan mill atau ngeblok di PLTU Jeneponto unit #1 dan # 2 tidak bisa beroperasi atau kehilangan daya kurang lebih 200 Mega Watt.
"Teknisi berupaya memperbaiki ganguan itu pada kebocoran pipa reheater di PLTU Jeneponto. PLN juga sudah berkoordinasi dengan PT Bosowa Energy sebagai pemilik pembangkit untuk segera menormalkan aliran listrik,"katanya.
Akibat ganguan pemadaman bergilir tersbut terjadi di beberapa titik, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan segera dibenahi.
Pewarta : Darwin Fatir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
