Logo Header Antaranews Makassar

Polresta dan Jajaran Polsek Kejar DPO Curnak

Selasa, 15 September 2009 21:34 WIB
Image Print

Gowa, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Polresta Gowa bersama jajaran Polsek terus memburu kawanan daftar pencarian orang (DPO) pencurian ternak (curnak) yang sudah lama menjadi buronan.

Kapolsek Bontomarannu, AKP Muhammad Sohib, Selasa, mengatakan, ketiga DPO curnak sudah diketahui ciri-cirinya dan saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Meski begitu, anggota Polsek jajaran dan Polresta Gowa enggan menyebutkan identitas dari ketiganya, namun, salah satu rekan pelaku yakni, Sukkara Daeng Talli (45) warga Lingkungan Cambaya Kelurahan Bontomanai, sudah tewas akibat dihakimi massa saat akan merampok sapi milik Hasanuddin Daeng Tawang (40), warga Kampili Kecamatan Pallangga.

"Ketiga identitas dan ciri-ciri pelaku sudah diketahui, namun untuk memaksimalkan pengejaran kami belum bisa menyebutkan identitas dari ketiganya. Yang jelas, salah satu rekan dari ketiga pelaku sudah tewas saat akan beraksi," ujarnya.

Ketiga pelaku usai melakukan perampokan sapi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 03.00 wita dinihari, ketiga pelaku lolos dari kejaran massa. Sedangkan Sukkara bernasib sial dan langsung dibunuh beramai-ramai dan mayatnya dibuang dipinggir Sungai Jeneberang.

Dia menambahkan, Sukkara diduga tertangkap basah saat melakukan pencurian sapi di wilayah Kampili Kecamatan Pallangga, dan tewas dibunuh dengan sejumlah luka menganga di dada dan perut. Dia baru ditemukan tidak bernyawa setelah keesokan paginya di pinggir Sungai Jeneberang sekitar pukul 07.00 wita.

Sebelumnya, Sukkara yang diketahui sebagai gembong pencuri sapi dan juga ''pemain lama'' di wilayah Bontomarannu, Pallangga dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Gowa sudah sangat meresahkan warga.

Pada malam naas itu, kembali melakukan pencurian sapi di wilayah Kampili namun sempat ketahuan pemiliknya. Saat berusaha kabur dengan membawa seekor sapi, langsung dikejar hingga ditemukan.

Diduga dalam pengejaran dia langsung dihabisi oleh warga hingga mayatnya dibuang di pinggir Sungai Jeneberang tidak jauh sebagai dari tempat penyeberangan menuju rumahnya.

Keesokan harinya, baru terdengar kabar bahwa Sukkara tewas di pinggir Sungai Jeneberang dan sejumlah petugas dari Polsekta Pallangga dan Polresta Gowa menuju TKP dan bermaksud membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.
(T.PK-MH/J006)