
Dinas Perikanan Makassar Serap Keluhan Warga Pulau

"Kami sengaja ke sini (Pulau Lae-lae) untuk mendengarkan keluhan warga ...
Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar,, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan kunjungan kerja ke Pulau Lae-lae untuk mendengar dan menyerap langsung keluhan warga terkait dampak kegiatan reklamasi di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
"Kami sengaja ke sini (Pulau Lae-lae) untuk mendengarkan keluhan warga sekaligus kita mencari solusi untuk kebaikan bersama," ujar Kepala Bidang Kelembagaan DP2 Kota Makassar Asmi Ali di Makassar, Kamis.
Reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui korporasi besar di Indonesia untuk penambahan luas daratan dengan tujuan menambah kawasan baru itu telah menuai pro dan kontra hingga saat ini.
Menurut dia, Kota Makassar yang mengalami pertumbuhan pesat juga menimbulkan banyak masalah dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk membangun industri, perumahan dan pergudangan, sehingga perlu dikakukan reklamasi.
Asmi Ali yang menyambangi Pulau Lae-lae didampingi Ketua RT/RW, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan warga pulau berdiskusi sambil duduk bersama untuk mencari solusi atas kerusakan lahan mata pencaharian nelayan di lokasi pesisir pantai Makassra itu.
Suasana diskusi yang berlangsung antara warga dengan pendamping dari pengembang yakni dr PT Ciputra itu tampak alot bahkan sempat bersitegang karena masyarakat pulau itu menolak bantuan dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) dari PT Ciputra.
Bantuan dana CSR yang akan salurkan oleh pengembang PT Ciputra itu berupa peralatan dan dana atas kerugian yang timbul dari dampak reklamasi tersebut.
Sementara itu salah seorang warga Pulau Lae-lae Sutopo mengecam aksi reklamasi yang dilakukan pihak pengembang yang membangun CPI di lokasi itu karena dinilai merusak mata pencaharian nelayan.
Oleh karena itu, mereka menolak bantuan apapun yang disalukan melalui Pemerintah Kelurahan Lae lae karena mereka ingin tempat tinggalnya tidak dirusak dan disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Selain menghancurkan mata pencaharian nelayan, salah satu pulau yang berdekatan dengan Pulau Lae-lae yakni Pulau Gusung yang dipastikan akan tenggelam karena pasirnya dikeruk, sehingga harus memaksa nelayan yang bermukim di pulau tersebut `angkat kaki` dan mencari hunian baru," ujar Sutopo dengan nada keras.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
