
Robert Alberts Rahasiakan Kiper PSM U-19

Makassar (Antara Sulsel) - Pelatih kepala PSM Robert Rene Alberts masih merahasikan siapa kiper PSM U-19 yang terpilih dalam seleksi khusus penjaga gawang di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina di Makassar, Jumat, mengatakan pelatih asal Belanda itu masih akan bertemu dan membahas hasil seleksi bersama manajemen tim "Juku Eja".
"Pelatih Robert Albets masih akan membicarakan dulu dengan manajemen sebelum mempublikasikan siapa penjaga gawang PSM U-19 di kompetisi nanti," ujarnya.
Manajemen PSM juga telah berkomitmen hanya mengakomodir pemain yang memang dinilai punya potensi dan kemampuan maksimal. Apalagi posisi kiper merupakan hal yang vital demi memberikan rasa aman bagi pertahanan tim PSM dikompetisi U-19 kedepan.
Wanita yang akrab disapa Wina itu juga berharap pemain yang terpilih bergabung, bisa membuktikan dirinya memang layak berkostum PSM. Salah satu yang harus dibuktikan tentu dengan penampilan yang menjanjikan selama bergabung bersama tim.
PSM sebenarnya telah menggelar seleksi terbuka beberapa waktu lalu namun belum mendapatkan posisi penjaga gawang yang sesuai harapan sehingga kembali membuka seleksi untuk mengisi posisi kiper.
"Namun untuk hasilnya belum bisa diumumkan karena Robert Alberts masih akan bertemu manajemen," ujarnya.
Pada seleksi sebelumnya, dari pelaksanaan audisi yang dilakukan selama tiga hari yaitu dua hari pertama tahap penjaringan hanya terdapat 15 kiper. Dari 15 orang tersebut hanya dua yang berhasil lolos mengikuti tahap seleksi final.
Sementara Pelatih Kiper PSM, Herman Kadiaman menyampaikan jika camp tidak hanya dimaksudkan mencari pemain berposisi kiper untuk kebutuhan PSM U19. Namun juga dari camp ini diharapkan dapat ditemukan penjaga gawang bertalenta dengan usia 15 - 19 tahun.
"Tujuan kami mencari keeper muda bertalenta dengan usia 15 - 19 tahun, kelahiran 1999 - 2003," jelas dia.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
