
Shalat IED Diwarnai Anak Hilang

Makassar (ANTARA Sulsel) - Shalat Idul Fitri di Masjid Al Markaz Al Islamy Jend. M Jusuf, Makassar diwarnai dengan anak hilang berumur dua tahun yang terpisah dari keluarganya.
"Anak perempuan ini ditemukan menangis setelah shalat Idul Fitri 1430 hijiah. Cara berbicaranya belum jelas," kata salah seorang panitia Masjid Al Markaz al Islamy, Haris di Makassar, Minggu.
Haris mengatakan, anak perempuan yang diperkirakan berumur dua tahun itu, mengenakan baju berwarna merah dan diterpisah dengan ibunya.
Hingga puluhan ribu jamaah meninggalkan masjid, belum ada pihak keluarga yang menjemput anak yang ditemukan di lantai dua masjid yang merupakan tempat shalat jamaah perempuan.
Sementara itu, Prof Dr H Abd Rahman Halim yang bertindak sebagai khatib di Masjid Al Markaz mengemukakan, masyarakat yang makmur tergantung sejauh mana mereka mengaktualisasikan nilai-nilai "ilahiyah" dan konsisten dengan tuntutan iman dan taqwa yang merupakan produk ibadah puasa selama Ramadhan.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, seseorang yang telah berhasil puasanya, akan terlihat pada dirinya kepekaan moral, yang membuatnya tidak akan pernah cenderung melihat ketimpangan-ketimpangan yang menyebar dalam masyarakat dalam bentuk ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.
"Dia muak melihat terjadinya manipulasi, korupsi, dan perilaku kolusi yang membuat sengsara yang berkepanjangan," ujarnya.
Selain itu, dengan kepekaaan moral yang dimiliki itu, Rahman mengatakan, tentu dia tidak akan setuju adanya prostitusi, narkoba, tawuran massal, miras, judi dalam segela bentuknya, baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi.
Sementara itu, ribuan jamaah yang memadati Masjid Al Markaz hingga ke jalan di sekitar Jalan Masjid Raya dan Sunu, bukan hanya berasal dari Makassar tetapi juga daerah di sekitarnya seperti Kabupaten Gowa dan Maros.
Menurut salah seorang jamaah asal Kabupaten Gowa, Subaedah, sejak dini hari sudah menuju Makassar bersama keluarganya, karena ingin shalat id di Masjid Al Markaz yang merupakan masjid terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
(T.S036/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
