
RS Labuang Baji Tangani Penderita Stroke

Makassar (ANTARA Sulsel) - Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Labuang Baji Makassar menangani penderita stroke yang meningkat pasca lebaran.
"Pasca lebaran, rata-rata per hari ada tiga penderita stroke yang dilarikan ke IRD RS Labuang Baji, sementara dalam kondisi normal tidak setiap hari ada penderita stroke ditangani IRD," kata salah seorang petugas IRD RS Labuang Baji, Hasnah di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, penderita stroke tersebut mulai dari stroke ringgan hingga berat yang rata-rata dipicu oleh tensi darah diatas normal dan kolesterol tinggi.
Hal itu diakui salah seorang keluarga pasien stroke di RS Labuang Baji, Radiah.
Menurut dia, tantenya yang sudah berumur 64 tahun mengalami stroke setelah memakan makanan bersantan pada malam takbiran dan hari raya Idul Fitri 1430 Hijriah.
"Hal itu menyebabkan tensinya naik 200/110 dan kolesterolnya juga naik," katanya.
Sementara itu, salah seorang petugas sentral opname (SO) RS Labuang Baji mengatakan, dalam sepekan terakhir, setiap hari ada pasien stroke yang harus mendapat pelayanan rawat inap atas bantuan pemerintah.
"Semua pasien termasuk pasien stroke, berhak mendapat pelayanan kesehatan gratis sesuai program pemerintah, baik melalui Jamkesmas maupun Jamkesda," katanya.
Mengenai peningkatan jumlah penderita stroke yang dirujuk untuk CT-Scan di Stroke Center RS Dadi Makassar, juga diakui salah seorang dokter radiologi dr Wayan yang bertugas di RS tersebut.
Menurut dia, penderita stroke cenderung meningkat pada dua momen penting yakni hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, karena umumnya umat muslim mengomsumsi makanan hewani yang memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi, misalnya ayam potong dan kambing.
(T.S036/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
