Logo Header Antaranews Makassar

Ribuan Umat Budha Lepaskan Doa ke Langit

Minggu, 4 Oktober 2009 00:45 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ribuan umat Budha Makassar melepaskan doa dan harapannya ke langit dengan menuliskannya di kertas harapan dan melepaskannya menggunakan balon.

Ketua Panitia penyelenggara Buddhist Culture Festival, Roy. R, di Makassar, Sabtu, mengatakan, pihaknya menyiapkan 1.500 balon dan kertas harapan untuk para pengunjung yang hadir penyelenggaraan pertama festival budaya ini.

Masing-masing pengunjung menuliskan doa dan harapannya di atas kertas lalu melepaskannnya ke langit dari sisi danau tempat penyelenggaraan acara. Untuk satu lembar kertas harapan, pengunjung memberikan sumbangannya secara sukarela.

Upacara pelepasan ini adalah simbol penggantungan cita-cita, harapan umat pada Buddha akan keselamatan, kebahagiaan, jodoh dan sejumlah doa dan harapan lainnya.

Setelah melepaskan harapannya para pengunjung diajak untuk menikmati kue bulan atau 'moon cake' kue yang melambangkan kebersamaan umat.

Panitia menyiapkan 10 meja yang terdiri dari10 kursi bagi pengunjung yang ingin menikmati kue bulan di sinar bulan purnama. Roy menjelaskan tradisi ini memang selalu dilakukan saat terang bulan.

Ia menjelaskan, setiap meja dihargai Rp200 ribu. Sementara bagi pengunjung yang datang sendiri atau perorangan biayanya Rp50 ribu, dengan lama waktu yang disediakan panitia kurang lebih satu jam.

Pengunjung menikmati kue bulan di danau dekat replika kapal diiringi dengan musik tradisional gamelan khas Tionghoa.

Selain rangkaian acara tersebut, panitia juga menyiapkan acara hiburan seperti disco mix, tarian, dan 'oriental dance'.

Pada hari pertama penyelenggaraan acara panitia memperkirakan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1000 orang.

Jumlah tersebut didominasi oleh warga keturunan Tionghoa yang bermukim di Makassar. Menurut Roy, jumlah umat Budha di Makassar hingga kini telah mencapai lebih dari 20 ribu orang.

"Festival budaya Budha pertama di Indonesia ini kami selenggarakan bukan hanya untuk umat tapi juga untuk masyarakat umum agar ikut mengenal budaya ini," jelasnya.
(T.PSO-100/Z002)