Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Minta Direktur RSUD Mamuju Dicopot

Rabu, 7 Oktober 2009 15:28 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - DPRD Kabupaten Mamuju Sulbar meminta agar direktur RSUD Kabupaten Mamuju dicopot dari jabatannya karena dinilai telah memberikan pelayanan buruk terhadap pasien dirumah sakit itu.

"Kami meminta agar Direktur RSUD Mamuju, Titin Hayati dicopot dari jabatannya karena telah gagal memimpin rumah sakit Mamuju,"kata Saiful Muklis anggota DPRD Mamuju, Rabu.

Saiful legislator dari partai PDIP mengatakan, selama memimpin RSUD Mamuju, Titin Hayati telah memberikan pelayanan buruk terhadap pasien dirumah sakit, diantaranya kata dia, tidak memenuhi kebutuhan alat kesehatan (Alkes) seperti obat-obatan kepada pasien.

"Pasien mengeluhkan karena mereka tidak bisa mendapatkan obat-obatan selama dirawat dirumah sakit Mamuju, sehingga para pasien harus ke apotik untuk membeli obat, ini sangat bobrok bagaimana pasien bisa sembuh jika tidak diberikan obat,"ujarnya.

Hal itu kata dia, karena proyek pengadaan obat-obatan di rumah sakit Mamuju bermasalah, pihak RSUD Mamuju juga membiarkan kontraktor pengadaan obat untuk RSUD Mamuju tidak mendistribusikan obatnya ke RSUD Mamuju.

"Kontraktor pengadaan obat-obatan di RSUD Mamuju, kami nilai menyelewengkan anggaran karena anggaran Alkes senilai Rp2,1 miliar tidak jelas peruntukkannya, obat yang seharusnya diadakan di RSUD Mamuju ternyata tidak didistribusikan,"ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Irwan Pababari legislator Hanura, ia menyatakan pelayanan di RSUD Mamuju buruk karena banyak pasien yang terlantar, selama liburan Idul Fitri padahal telah dioperasi tetapi dirawat di lorong rumah sakit dengan alasan rumah sakit telah penuh.

"Bahkan ada pasien yang diperiksa perawat melalui SMS, perawat tersebut berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyakit pasien, ini sangat tidak logis masa pasien diperiksa melalui SMS,"katanya.

Ia juga mengatakan di rumah sakit Mamuju juga pernah terjadi kasus pasien meninggal dunia karena diberikan cairan infus yang salah serta ada kasus pasien meninggal karena salah melakukan transfusi darah.

"Pelayanan buruk inilah yang harus dibenahi sehingga pilihan untuk mencopot direktur RSUD Mamuju pilihan yang paling tepat, jangan sampai masyarakat di wilayah ini tidak percaya lagi dengan pelayanan medis dirumah sakit itu,"ujarnya.

(T.PK-MFH/S016)