Buku Hidup Damai Di Negeri Multikultur Dibedah

id bedah buku, hidup damai di negeri multikultur, uin alauddin

Makassar (Antara Sulsel) - Buku Hidup Damai di Negeri Multikultur yang ditulis Forum Alumni Muslim Exchange, Program (MEP) Australia-Indonesia telah diluncurkan di Kedutaan Besar Australia beberapa bulan lalu akan dibedah di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada 27 November 2017.

"Buku ini berisi pengalaman dari peserta MEP sangat penting untuk mempererat jejaring para tokoh muda Muslim di Indonesia dan Australia serta memperkuat kemitraan strategis antarkedua negara," kata Ketua Forum Alumni MEP Australia-Indonesia, Yanuardi Syukur, Sabtu.

Inisiator buku tersebut mengemukakan, buku ini dikerjakan selama dua tahun dengan kontribusi 77 penulis Indonesia dan Australia serta diberi kata pengantar oleh Dubes Australia Mr. Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker serta epilog dari Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown.

Rencananya, diskusi dan bedah buku di Makassar akan dibuka Konjen Australia di Makassar Mr Richard Mathews, serta diisi alumni MEP, seperti dirinya, Farinia Fianto, Aan Rukmana dan Guru Besar UIN Alauddin lulusan The Australian National University Prof Hamdan Juhannis.

Dalam buku tersebut para penulis bercerita bagaimana kesan, pendapat, dan ide-ide mereka terkait pentingnya kerjasama antar masyarakat Indonesia dan Australia.

Di antara mereka ada yang membahas tentang harmoni, dakwah, kehidupan multikultural, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan lain sebagainya. Mereka bercerita tentang apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan selama mengikuti program MEP.

Buku ini merupakan inisiatif yang penting dalam upaya untuk merawat dan menjaga hubungan baik antara dua negara lewat peran para tokoh muda muslim," sambung Aan Rukmana.

Sementara Farinia Fianto menuturkan program MEP berguna untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan berkontribusi bagi anak muda Indonesia.

"Di tengah tantangan global, saat ini dibutuhkan sekali peran anak muda Muslim untuk berjejaring dan berkontribusi pada perdamaian dan kerjasama di tingkat yang lebih luas,"tutur Farinia, lulusan Leiden University, Belanda itu.

Sebelum di Makassar, melalui Australia Grant Scheme (AGS), buku Hidup Damai di Negeri Multikultur ini telah dibedah di Jakarta tepatnya di Universitas Paramadina pada 25 Septemnber 2017 dan akan dilanjutkan di Makassar tepatnya Kampus UIN Alauddin dengan menghadirkan para alumni MEP.

Di Jakarta, kegiatan diskusi buku ini diselenggarakan oleh Forum Alumni MEP Australia-Indonesia dengan supporting dari program Australia Grant Scheme (AGS) Australia Awards Indonesia bekerjasama dengan Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC).

Sementara itu di Makassar bekerja sama dengan UKM Seni Budaya ESA dan Washilah serta berkoordinasi dengan Konjen Australia di Makassar.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar