Logo Header Antaranews Makassar

Legislator DPR Libatkan LIPI Konservasi Alam Jeneponto

Rabu, 29 November 2017 23:30 WIB
Image Print
Kabupaten Jeneponto (wikipedia)
Tujuan kami mengajak LIPI tidak lain agar para peneliti itu bisa melakukan riset tentang potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Jeneponto karena mereka memang ahlinya,"

Jeneponto (Antara Sulsel) - Anggota DPR RI Mukhtar Tompo mengajak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terlibat dalam melakukan konservasi alam Kabupaten Jeneponto.

"Tujuan kami mengajak LIPI tidak lain agar para peneliti itu bisa melakukan riset tentang potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Jeneponto karena mereka memang ahlinya," ujar Mukhtar Tompo yang dikonfirmasi, Rabu.

Dia mengatakan, pelibatan tim dari LIPI dimulai dari Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dengan tema "Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah".

Mukhtar menjelaskan bahwa alasan utamanya menghadirkan kembali LIPI ke Jeneponto agar upaya memajukan Jeneponto yang tidak lain adalah tanah kelahirannya bisa dilakukan secara berkesinambungan.

"Kita tahu, Kabupaten Jeneponto adalah salah satu daerah tertinggal di Indonesia dengan pendapatan asli daerah yang sangat terbatas. Makanya, untuk menyusun program pembangunan harus didahului dengan riset. Orang-orang di LIPI inilah ahlinya," katanya.

Mukhtar yang juga anggota Komisi VII DPR RI ini juga meminta agar semua program-program strategis LIPI dapat dibawa ke Jeneponto demi pengembangan dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya meminta khusus kepada LIPI agar Jeneponto menjadi daerah binaan khusus. Ada banyak potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan," terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati yang turun langsung ke Jeneponto itu menegaskan pihaknya siap bekerjasama dengan daerah untuk mengembangan potensi yang dimilikinya.

Hanya saja, dirinya menegaskan LIPI hanya bersedia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah jika memang serius ingin bekerjasama dalam mengembangkan Kabupaten Gowa sesuai dengan potensi sumber daya alamnya serta kearifan lokal masyarakat.

Terkait dengan upaya konservasi yang melibatkan masyarakat, kegiatan diseminasi Iptek di Desa Bangkalaloe juga menghadirkan pembicara yang akan mengenalkan tentang konservasi serta budi daya tanaman.

Berdasarkan potensi yang ada serta daya dukung alamnya, petani di Kabupaten Jeneponto dibantu bibit tanaman buah mangga dan sukun sebanyak 2.000 bibit.

"Buah sukun bukan sekadar untuk di goreng, tetapi bisa juga dibuat tepung yang dapat digunakan sebagai makanan bayi," jelas Enni.



Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026