
293 Pemain Bersaing Masuk PSM Junior

Makassar (Antara Sulsel) - Sebanyak 293 pemain mengikuti seleksi wilayah Makassar untuk dapat bergabung dan memperkuat PSM junior di Lapangan Setia Hingga Akhir Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina di Makassar, mengatakan ratusan pemain ini akan bersaing untuk masuk tim PSM U-19 dan U-17.
"Banyaknya jumlah peserta yang mengikuti seleksi PSM di Makassar membuat tim talent scouting memutuskan mempercepat jadwal seleksi. Panitia juga menambah waktu seleksi untuk memberikan kesempatan bagi setiap pemain," katanya.
Untuk pelaksanaan seleksi tahap pertama ini dihadiri langsung asisten pelatih PSM Syamsuddin Batola. Tim talent scouting juga menerapkan sejumlah kriteria yang dipatok PSM Makassar seperti mereka wajib memperlihatkan kamampuan individu setiap pemain.
Para peserta hari ini sendiri tidak hanya berasal dari Makassar, namun para pemain juga berasal dari berbagai daerah atau kabupaten di Sulsel.
"Selain dihadiri asisten pelatih, tim juga menghadirkan pemain PSM Ferdinand Sinaga dan penjaga gawang PSM Syaiful," ujarnya.
Sementara itu, panitia lokal Mamuju, Sulawesi Barat terpaksa menggelar pra-seleksi para pemain yang bersaing untuk masuk dalam tim PSM U-19 di Lapangan Stadion Marakarra, Mamuju karena peserta yang membludak.
Ketua Panitia Seleksi Mamuju, Febrianto Wijaya menjelaskan, pihaknya tidak menyangka animo anak muda di Mamuju dan sekitarnya begitu antusias dengan pencarian pemain muda untuk PSM Makassar.
Ia menjelaskan, pihaknya pada prediksi semula sebenarnya hanya berkisar 100 - 200 peserta namun kenyataannya mencapai 400-an peserta.
Peserta dari berbagai daerah khususnya Mamuju dan daerah-daerah terdekat lainnya sangat antusias mendaftarkan dirinya.
Peserta membludak menjadi 400an orang dan kami harus mengambil langkah antisipasi untuk memudahkan kerja tim talent scouting yang akan dipimpin langsung oleh coach Robert Rene Alberts.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
