Logo Header Antaranews Makassar

Ipot Makassar siapkan pendampingan investasi saham

Rabu, 4 April 2018 17:28 WIB
Image Print
Ilustrasi - investasi (Antara News)
Jadi kami ajak masyarakat untuk datang ke kantor dan memberikan berbagai informasi awal tentang investasi. Mungkin pernah dapat analisasi-analisa atau remomendasi lain, berbayar atau bagaimana, dan kami mengajar nasabah untuk investasi

Makassar (Antaranews Sulsel) - PT Indo Premier Securities (Ipot) Makassar menyiapkan pendampingan bagi masyarakat yang baru ingin memulai investasi saham agar saat menjadi nasabah sudah mengetahui apa yang mereka investasikan.

Marketing Official Indo Premier Securities Cabang Makassar Yenty Mangi di Makassar, Rabu, mengatakan nasabah yang baru mencoba investasi di pasar saham memang membutuhkan pengetahuan awal agar bisa mengetahui resiko dan keuntungan yang bisa didapatkan.

"Jadi kami ajak masyarakat untuk datang ke kantor dan memberikan berbagai informasi awal tentang investasi. Mungkin pernah dapat analisasi-analisa atau remomendasi lain, berbayar atau bagaimana, dan kami mengajar nasabah untuk investasi," katanya.

Ia menjelaskan, untuk persoalan investasi saham meski tidak sebesar investasi emas atau yang lain namun tetap mengalami perkembangan yang positif khususnya di Makassar.

Pihaknya juga akan terus mendorong dan mengedukasi masyarakat tentang kemudahan dan keuntungan yang bisa didapatkan jika memahami dan mengerti cara bermain saham.

"Makanya kita ajarkan investor untuk memahami lebih jauh soal investasi saham. Kita optimistis perkembangan investasi jenis ini akan semakin positif kedepan," jelasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mengatakan investasi saham untuk wilayah Sulawesi Selatan sepanjang Oktober 2017 masih terpusat di Makassar.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 6 OJK Sulampua, Andi Muhammad Yusuf mengatakan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel memang Kota Daeng sebagai penyumbang terbesar sebanyak 9.883 investor saham.

Sementara disusul kemudian Kabupaten Gowa (648 investor), Kota Palopo (350 investor), Parepare (266 investor), Kabupaten Luwu Timur ( 254 investor), Kabupaten Maros (223 investor), Tana Toraja (204 investor), dan Kabupaten Bone sebanyak 202 investor.

Selanjutnya Kbaupaten Pinrang (176 investor), Pangkep dan kepulauan (138 investor), Bulukumba ( 118 investor), Kabupaten Barru (111 investor), Kabupaten Luwu (110 investor), Soppeng (89 investor).

Serta disusul kemudian Kabupaten Luwu Utara (86 investor), Kabupaten Takalar (85 investor), Kabupaten Sidenreng Rappang (83 investor), Enrekang (71 investor), Kabupaten Bantaeng (71 investor), Jeneponto (67 investor saham), dan Kabupaten Sinjai dengan 51 investor saham.



Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026