Sulsel target pengembangan 5.000 hektare biji bengkoang
Jumat, 21 September 2018 12:43 WIB
Ilustrasi. Petani memanen bengkoang di Desa Sedarat, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (8/9). ANTARA FOTO/Siswowidodo/18
Makassar (Antaranews Sulsel) - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan pengembangan 5000 hektare lahan produksi biji bengkoang sebagai bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik.
"Lahannya sedang kita kaji, di daerah mana saja yang akan dikembangkan," kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Jumat.
Menurut Nurdin, pihaknya telah bertemu dengan investor Jepang yang tertarik untuk melakukan pengembangan komoditas tersebut di Sulsel.
"Biji bengkoang akan mereka gunakan sebagai biomassa untuk `power plant` (pembangkit listrik) energi terbarukan," jelasnya.
Pihaknya telah meminta Dinas Pertanian Sulsel untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap pengembangan komoditas ini.
"Kami terus mendorong pengembangan komoditas ekspor di Sulsel," ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan perusahaan Jepang Kyudenko Corporation yang tertarik mengembangkan tanaman bengkoang untuk diambil bijinya telah menemui Gubernur Sulsel pada Kamis (20/9).
Menurut Special Adviser PT Kyudenko Eiichi Nagayama, mereka membutuhkan 5.000 hektar lahan untuk pengembangan tanaman bengkoang ini.
Jepang menurut Eiichi mulai meninggalkan batubara dan nuklir sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik karena dinilai tidak ramah lingkungan.
"Lahannya sedang kita kaji, di daerah mana saja yang akan dikembangkan," kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Jumat.
Menurut Nurdin, pihaknya telah bertemu dengan investor Jepang yang tertarik untuk melakukan pengembangan komoditas tersebut di Sulsel.
"Biji bengkoang akan mereka gunakan sebagai biomassa untuk `power plant` (pembangkit listrik) energi terbarukan," jelasnya.
Pihaknya telah meminta Dinas Pertanian Sulsel untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap pengembangan komoditas ini.
"Kami terus mendorong pengembangan komoditas ekspor di Sulsel," ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan perusahaan Jepang Kyudenko Corporation yang tertarik mengembangkan tanaman bengkoang untuk diambil bijinya telah menemui Gubernur Sulsel pada Kamis (20/9).
Menurut Special Adviser PT Kyudenko Eiichi Nagayama, mereka membutuhkan 5.000 hektar lahan untuk pengembangan tanaman bengkoang ini.
Jepang menurut Eiichi mulai meninggalkan batubara dan nuklir sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik karena dinilai tidak ramah lingkungan.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR: Pemecatan Dirnarkoba terkait pemerasan DWP sudah tepat
02 January 2025 12:19 WIB, 2025
DPR RI hargai keputusan Presiden Prabowo setujui capim KPK pilihan Jokowi
13 November 2024 7:55 WIB, 2024
Kementerian PANRB gelar forum diskusi refleksi kinerja Jokowi-Ma'ruf
10 October 2024 10:40 WIB, 2024
Menteri PANRB : ASN yang pasangannya maju pada Pilkada 2024 wajib jaga netralitas
08 October 2024 10:23 WIB, 2024
Menteri PANRB menerbitkan surat edaran tentang tindak tegas ASN pelaku "judol"
24 September 2024 14:47 WIB, 2024
Menteri PANRB memastikan pelamar seleksi CPNS tidak ada yang dirugikan
05 September 2024 21:21 WIB, 2024
Menpan-RB meminta Pemda efisienkan aplikasi untuk pelayanan masyarakat
27 August 2024 19:01 WIB, 2024
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB